Ahok Maju Lewat Independen atau Parpol, Diputus Usai Lebaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, menghadiri penghitungan satu juta ktp di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta, 19 Juni 2016. M Iqbal Ichsan/Tempo

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, menghadiri penghitungan satu juta ktp di Sekretariat Teman Ahok, Jakarta, 19 Juni 2016. M Iqbal Ichsan/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastomo, mengatakan, kepastian Basuki Tjahaja Purnama akan maju Pilkada DKI lewat jalur independen atau partai politik baru diputuskan setelah Lebaran. Hal itu didasarkan pada hasil pertemuan Teman Ahok dengan Basuki pada Sabtu malam lalu. "Kami menargetkan Bapak (Ahok) memberi jawaban paling lambat selesai Idul Fitri,” ujar Singgih saat ditemui di Sekretariat Teman Ahok, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Juni 2016.

    Menurut Singgih, saat ini Teman Ahok membebaskan pilihan kepada Ahok. Namun bagi Teman Ahok masih sesuai tujuan awal dibentuknya Teman Ahok, yakni memastikan Basuki bisa mencalonkan diri meskipun tanpa ada dukungan partai politik. "Kekhawatiran kami yang paling mendasar adalah ada sosok baik di Jakarta, tapi tak punya partai dan kemungkinan tidak dicalonkan. Makanya kami ambil alih," kata Singgih.

    Baca: Teman Ahok Yakin Basuki Tjahaja Tetap Maju Independen

    Singgih mengatakan, apapun jalur yang dipilih Basuki, Teman Ahok siap mendampingi. Kebebasan menetukan juga berkaitan dengan penentuan siapa yang menjadi calon wakil gubernur.

    Hingga saat ini, kata Singgih, Teman Ahok masih cenderung memilih Heru Budihartono. Namun jika pada akhirnya Basuki memilih lewat parpol dan memiliki calon lain untuk posisi wakil gubernur, maka Teman Ahok siap menerima. "Bapak mungkin punya pilihan yang lebih baik," ucap Singgih.

    Hari ini Teman Ahok menggelar rekapitulasi ulang KTP yang dikumpulkan. Menurut Singgih, rekapitulasi ulang KTP adalah bentuk keseriusan mereka mengusung Ahok melalui jalur independen.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.