Bakal Jadi Kawasan Pertahanan, Infrastruktur Natuna Dibenahi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi meninjau KRI Imam Bonjol 383 usai memimpin rapat terbatas tentang Natuna di perairan Natuna, Kepulauan Riau, 23 Juni 2016. KRI Imam Bonjol menangkap kapal nelayan Cina yang diduga menangkap ikan di perairan Natuna, pada 17 Juni 2016. ANTARA/Setpres-Krishadiyanto

    Presiden Jokowi meninjau KRI Imam Bonjol 383 usai memimpin rapat terbatas tentang Natuna di perairan Natuna, Kepulauan Riau, 23 Juni 2016. KRI Imam Bonjol menangkap kapal nelayan Cina yang diduga menangkap ikan di perairan Natuna, pada 17 Juni 2016. ANTARA/Setpres-Krishadiyanto

    TEMPO.COJakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan perbaikan infrastruktur pertahanan di kawasan Natuna, Kepulauan Riau, akan terdiri atas monitoring radar hingga pengembangan lapangan udara. Pembenahan infrastruktur itu, kata dia, dilakukan segera.

    "Kawasan Natuna akan dijadikan homebase pertahanan negara di ujung terluar. Natuna ini kan perbatasan laut," ujar Pramono di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 29 Juni 2016.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menilai kawasan Natuna masih memiliki banyak kekurangan. Jokowi meminta ada pengembangan di bidang industri perikanan, industri migas, dan infrastruktur pertahanan.

    Menurut Pramono, perbaikan infrastruktur bakal diikuti  pembangunan pembangkit energi di sekitar Natuna. Hal itu sudah disampaikan kepada kementerian. Rencananya, ujar dia, pembangkit energi itu berdaya 2 x 25 megawatt.

    Mengenai pembiayaannya, Pramono berujar menggunakan anggaran negara. Namun ia tidak hafal  berapa besarnya. Pram meminta soal anggaran ini ditanyakan kepada Panglima Tentara Nasional Indonesia dan Menteri Pertahanan.

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menuturkan salah satu infrastruktur pertahanan yang dikembangkan ialah pelebaran runway di lapangan udara. Sebab, lapangan udara di Natuna tidak mampu menampung pesawat besar, apalagi pesawat tempur. "Lapangan udara untuk pesawat tempur enggak bisa sembarangan. Kalau ada kerikilnya, bahaya," ujarnya. 

    Pesawat tempur yang dijadikan tolok ukur pelebaran runway, kata dia, adalah F-16 dan Sukhoi Su-35. Pengembangan lain, kata Ryamizard, ialah pembangunan dermaga untuk tiga kapal kelas frigates serta kapal selam. 

    Kapal selam yang akan disandarkan di sana adalah jenis baru yang dibeli dari Korea. "Diuji coba tahun ini," tuturnya.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.