Pelaku yang Sodomi Balita Hingga Tewas Ternyata Baru Kawin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Avoiceformen.com

    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Avoiceformen.com

    TEMPO.CO, Kediri - Sentot Yuniarto, pelaku sodomi balita hingga tewas di Kediri diketahui sebagai pengantin baru. Sentot juga sempat berusaha menutupi perbuatannya dengan membantu pemakaman korban sebelum ditangkap polisi.

    Di mata keluarga dan warga sekitar, Sentot sama sekali tak menunjukkan perilaku menyimpang. Sehari-hari pergaulannya juga wajar dan cenderung sopan. Bahkan dia juga tidak menunjukkan ketertarikan kepada anak-anak. "Karena itu kami kaget saat tahu polisi menangkapnya," kata Triatmoko, tetangga depan rumah Sentot, Rabu 29 Juni 2016.

    Menurut Triatmoko, Sentot bahkan terhitung warga baru di kampungnya Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Pemuda itu baru enam bulan tinggal di kampung tersebut setelah diambil menantu oleh salah satu warga. Karena itu tak banyak yang mengenal latar belakang Sentot sebelumnya. Warga juga tak begitu ambil pusing saat melihat Sentot kerap membawa korban bersama dua kakaknya ke tempat kerja.

    Kehebohan baru terjadi saat ayah korban membawa pulang HA, 2,5 tahun dari rumah pelaku dalam keadaan terluka. Kasak-kusuk juga mulai merebak setelah beberapa warga menjenguk HA di rumah sakit karena menemukan luka pada anusnya. "Namun tidak ada yang curiga pada pelaku," kata Triatmoko.

    Ayah korban Adi Triwahono juga menuturkan perilaku aneh putranya beberapa waktu terakhir. HA langsung lari ketakutan saat melihat kedatangan Sentot ke rumahnya. Bocah itu juga selalu mengalami luka usai dijemput dari tempat kerja Sentot. "Dia bilang anak saya jatuh," kata Adi.

    Bahkan hingga akhirnya korban meninggal dunia, Sentot tetap tak menunjukkan gelagat aneh. Dia bahkan ikut membantu persiapan pemakaman dan menulis nama korban di batu nisan. Warga baru menyadari jika Sentot adalah pelakunya setelah dijemput polisi kemarin siang. Saat itu pelaku nyaris dihajar massa yang marah atas perbuatannya.

    Sementara itu penyidikan sementara polisi menyebutkan Sentot mengalami disorientasi seksual lantaran perasaan frustasi akibat tak dikaruniai anak. Karena itu dia kerap menyiksa korban saat membawanya ke tempat kerja. "Pelaku menyulut rokok pantat korban dan memukulinya," kata Kasubag Humas Polresta Kediri Ajun Komisaris Anwar Iskandar.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.