Selain Putu Sudiartana, KPK Cokok Tiga Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru di Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta.  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru di Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Putu Sudiartana. Politikus Partai Demokrat itu ditangkap bersama dengan tiga orang lainnya.

    "Identitasnya, Putu Sudiartana dan tiga orang lain, termasuk staf dan sopir," kata seorang pegawai KPK, Rabu, 29 Juni 2016. Ketiga orang lainnya adalah adalah Novianti, Ipin, dan Mukhlis.

    Penangkapan ini dibenarkan Ketua KPK Agus Rahardjo. "Iya betul," katanya tanpa menyebutkan identitas. Sejak ditangkap dan diperiksa, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan apakah Putu akan dijadikan tersangka kasus korupsi atau dibebaskan.

    Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo membenarkan kabar tersebut. "Ya, benar," katanya saat dimintai konfirmasi. Menurut Bambang, Novianti dan Ipin merupakan staf Putu. Sedangkan Mukhlis diduga adalah suami Novianti.

    "Iya, namanya Mukhlis. Katanya pengusaha," kata Bambang. Bambang masih belum tahu perkara apa yang menyeret anggota komisinya itu.

    Putu menjadi anggota Komisi Hukum pertama yang dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan. Sebelum Putu, anggota parlemen yang ditangkap KPK adalah Damayanti Wisnu Putranti, anggota Komisi Infrastruktur.

    MUHAMAD RIZKI | MAYA AYU PUSPITASARI

    Baca juga:
    Lagi, Anggota DPR Terjerat Suap: Inilah 3 Jebakan Maut Politikus
    Ditangkap KPK, Ini Profil Politikus Demokrat Putu Sudiartana  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.