Mengejar Target Tanam, Pejabat Pusat 'Memprovokasi' Petani Subang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani menanam bibit padi jenis Hibrida dan Ciherang yang dibudidayakan oleh  perusahaan Sanghiyangsri di desa Sukamandi Jaya, Subang, Jawa Barat,(16/9). Foto: TEMPO/Imam Sukamto

    Petani menanam bibit padi jenis Hibrida dan Ciherang yang dibudidayakan oleh perusahaan Sanghiyangsri di desa Sukamandi Jaya, Subang, Jawa Barat,(16/9). Foto: TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Tunggul Iman Panudju “memprovokasi” petani agar mempercepat tanam musim gadu. "Ayo tanam sekarang juga," katanya di area persawahan Desa Binong, Kabupaten Subang, Selasa siang, 28 Juni 2016.

    Para buruh tani tanam padi yang mayoritas perempuan itu pun serentak mengiyakannya. Mereka langsung menanamkan benih padi pada area sawah yang sudah tuntas diolah dengan sistem tanam mundur.

    Di Desa Jatieja, Kecamatan Compreng, Tunggul menemui para petani yang sedang menyiapkan traktor buat mengolah sawahnya. "Saya minta paling lambat pukul 14.00 WIB harus sudah turun ke sawah," tuturnya. "Siap, pak," jawab petani serentak.

    Tunggul mengungkapkan, kalau petani tidak diprovokasi atau dipaksa buat melakukan percepatan tanam padi saat persediaan air irigasi berlimpah, dikhawatirkan target tanam 1,4 juta hektare secara nasional pada Juli 2016 tidak akan tercapai.

    Sampai akhir Juni ini, kata dia, masih ada 25-30 persen area sawah teknis yang belum ditanami. Ini merata hampir di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Dengan pola percepatan tanam, musim tanam gadu, dipastikan tuntas pada medio Juli 2016.

    Seorang petani di Desa Jatieja, Maman, mengatakan dia membiarkan sawahnya tak diolah selama sebulan pascapanen musim karena takut ancaman hama tikus.

    "Jadi saya nunggu yang lain tanam juga supaya bareng dan terbebas dari ancaman serangan hama tikus," ujarnya. Hama tikus biasanya menyerang tanaman padi ketika para petani melakukan tanam tidak serentak.

    Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Pertanian Kecamatan Compreng, Edi Rohayadi, menyebutkan, dari 5.226 hektare sawah yang ada, saat ini yang sudah ditanami baru 1.000-an hektare.

    "Sisanya belum. Alasan belum tanam, ya, karena takut serangan tikus itu," ujar Edi. Jika tak mundur dari jadwal, tanam padi musim rendeng di wilayahnya semestinya sudah tuntas pada medio Juni ini. 

    Karena mundur sebulan, para petani baru bisa menuntaskan masa tanam pada medio Juli. "Sekarang mereka baru tanam benih, usia dua minggu baru bisa ditanam."

    Kepala Bidang Sumber Daya Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang Hendrawan mengatakan target tanam musim gadu tahun ini seluas 83 ribu hektare. Adapun target produksi gabah kering gilingnya sepanjang musim tanam 2016 sebanyak 1,2 juta ton.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.