Keluarga Sandera Keluhkan Uang Tebusan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal TB Charles. live.gdeltproject.org

    Kapal TB Charles. live.gdeltproject.org

    TEMPO.CO, Makassar - Keluarga Ismail Tiro, 34 tahun, salah satu korban penyanderaan kelompok militan Abu Sayyaf, berharap pemerintah dan perusahaan pemilik kapal TB Charles, PT Rusianto Bersaudara, membayar tebusan untuk membebaskan para sandera.

    "Kami tidak mungkin membayar karena tidak punya uang sebanyak itu," ucap kakak Ismail, Muhammad Yahya Tiro, kepada Tempo, Selasa, 28 Juni 2016.

    Yahya mengatakan pihak keluarga menilai permintaan uang tebusan tidak rasional. Itu sebabnya, pihak keluarga pasrah dan hanya bisa berharap kepada pemerintah dan perusahaan.

    Ismail adalah warga Lingkungan Kalli-kalli, Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Alumnus Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar itu masuk daftar sandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina. Dua warga Sulawesi Selatan yang turut disandera adalah Muhammad Sofyan asal Kabupaten Takalar dan Mabrur Dahri dari Kota Parepare.

    Menurut Yahya, belum ada informasi terbaru yang diterima pihak keluarga di Maros. Adapun dua istri Ismail yang sudah ada di Samarinda sudah sedikit lega setelah mendapat kabar bahwa kondisi para sandera dalam keadaan baik. "Tapi kami, terutama orang tua, masih cemas," ujar Yahya.

    Sebelumnya, ibunda Ismail, Hanafiah, 68 tahun, menuturkan anaknya terakhir datang ke Maros sebelum bulan puasa. Saat akan berangkat lagi ke Samarinda, Hanafiah sempat berpesan kepada Ismail agar berhati-hati bila pergi berlayar. "Kami ingatkan karena jalur yang sering dilewati itu berbahaya," katanya.

    Hanafiah mengaku trauma akibat kasus penyanderaan beberapa waktu lalu yang dialami beberapa warga Sulawesi Selatan yang menjadi anak buah kapal Brahma 12. Dia khawatir kejadian yang sama turut menimpa anaknya. "Dan ternyata itu terjadi,” ucapnya. Menurut dia, saat diminta berhati-hati, Ismail menjawab bahwa itu sudah menjadi risiko dalam menjalani pekerjaan sebagai pelaut.

    Hanafiah berharap putranya dalam kondisi baik dan segera dibebaskan penyandera. Dia meminta pemerintah benar-benar serius membebaskan semua awak kapal TB Charles yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

    ABDUL RAHMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.