Biofarma Bantah Ada Vaksinnya yang Dipalsukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Contoh vaksin palsu yang disita polisi, 23 Juni 2016. TEMPO/Rezki

    Contoh vaksin palsu yang disita polisi, 23 Juni 2016. TEMPO/Rezki

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pemasaran PT Biofarma Mahendra Suhardono mengatakan pihaknya membandingkan antara vaksin asli dengan vaksin palsu yang disita Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, kesimpulan sementara ialah vaksin Bio Farma tidak ada yang dipalsukan.

    "Vaksin kami hanya buat oplosan memalsukan vaksin yang mahal," katanya dalam rapat bersama Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat, di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 27 Juni 2016.

    Menurut dia harga vaksin Biofarma murah, tidak sampai US$ 1 dollar per dosis. Sedangkan vaksin impor yang beredar harganya terbilang mahal mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1  juta. "Masuk akal, buat apa palsukan yang murah, dan disediakan oleh pemerintah," ujarnya.

    Namun kesimpulan tersebut masih sebatas pengamatan fisik. Adapun untuk mengetahui isi kandungannya menunggu hasil uji laboratorium BPOM. "Kami bandingkan labelnya, dusnya," ucapnya.

    Menurut Mahendra terdapat dua jenis vaksinasi, yaitu yang wajib dan disediakan pemerintah serta vaksin opsional.

    Vaksinasi yang wajib, disediakan oleh PT Biofarma selaku perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Adapun vaksin opsional tidak diproduksi melainkan diimpor.

    Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menambahkan dalam program wajib vaksinasi pemerintah memang membeli dari PT Biofarma. Distribusinya pun melalui dinas kesehatan provinsi

    Tapi ada beberapa masyarakat mampu yang menginginkan vaksin seperti cacar air dan influenza yang tidak dibuat oleh Biofarma. "Ini tidak ada di program vaksinasi dasar, tapi diimpor. Ini yang mahal," ujarnya.

    Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Tengku Bahdar Johan Hamid mengatakan BPOM mengawasi dengan ketat tiap distribusi vaksin. "Kami membuat batch rilis baru didistribusi," katanya.

    Berdasarkan data hasil koordinasi dengan Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia dan BPOM, diketahui daerah-daerah ditemukan vaksin palsu yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

    Adapun produk yang dipalsukan berasal dari PT Biofarma, PT Sanofi Group dan PT. GSK.

    Berikut adalah jenis-jenisnya:

    1. Vaksin Engerix B
    2. Vaksin Pediacel
    3. Vaksin Eruvax B
    4. Vaksin Tripacel
    5. Vaksin PPDRT23
    6. Vaksin Penta-Bio
    7. Vaksin TT.
    8. Vaksin Campak
    9. Vaksin Hepatitis B
    10. Vaksin Polio bOPV
    11. Vaksin BCG
    12. Vaksin Harvix

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.