PT Rusianto Klaim Kapal Menuju Filipina Lewat Jalur Aman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyambut kedatangan empat warga negara Indonesia yang sempat disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di gedung Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, 13 Mei 2016. TEMPO/Nikolaus Harbowo

    Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyambut kedatangan empat warga negara Indonesia yang sempat disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di gedung Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, 13 Mei 2016. TEMPO/Nikolaus Harbowo

    TEMPO.CO, Samarinda - PT Rusianto Bersaudara akan bertanggung jawab atas pelayaran yang dilakukan TB Charles ke Filipina. Ini terkait dengan pernyataan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, yang mengatakan sudah memperingatkan perusahaan sebelum melakukan pelayaran.

    Saat itu, manajemen perusahaan pelayaran ini mengaku bersedia bertanggung jawab atas jalur pelayaran yang dipilihnya.

    Publik Eksternal Relation PT Rusianto Bersaudara Taufiq Qurrohman kepada awak media tidak banyak memberikan komentar. Namun, dia mengatakan setiap pelayaran sudah melalui kajian perusahaan.

    "Kalau kita (perusahaan) sudah memutuskan berangkat tentunya kita sudah berpikir jalur itu yang paling aman, tak mungkin lalui jalur yang tidak aman," kata Taufiq Qurrohman kepada awak media, Senin, 27 Juni 2016.

    Menurut dia, petugas keamanan sedang memeriksa enam awak kapal yang berhasil lolos dan telah tiba di Balikpapan. Mereka masih dalam pemeriksaan intensif oleh TNI AL juga Polair Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.

    Saat ditanya kemungkinan nakhoda tidak melalui jalur yang diberikan perusahaan, Taufiq tidak berkomentar. "Kapal melewati jalur merah, saya tak berani bilang, ya, atau tidak. Ini sedang didalami," katanya.

    Enam kru TB Charles sudah berada di Kota Balikpapan. Mereka masih dalam pemeriksaan TNI AL dan Polair Kepolisian Daerah Kalimantan Timur. Perusahaan PT Rusianto Bersaudara masih belum bisa menyimpulkan karena masih belum bertemu dengan kru.

    Menurut Taufiq, manajemen perusahaan hanya bisa bertemu sebentar dengan kru kapal karena diperkenankan memeriksa kesehatan dan memulihkan stamina mereka. "Kami juga memberi istirahat cukup di hotel kepada mereka," katanya.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.