Lewat Partai atau Perorangan, PSI: Kami Tetap Dukung Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri)Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka (kanan) dan Ketua DPP PSI Nova Rini (tengah) saat peluncuran aplikasi GoAhokPSI di Jakata, 31 Maret 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri)Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka (kanan) dan Ketua DPP PSI Nova Rini (tengah) saat peluncuran aplikasi GoAhokPSI di Jakata, 31 Maret 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan pihaknya tetap mendukung Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang kembali maju ke pemilihan kepala daerah 2017.

    Sikap itu, kata Grace, tetap berlaku meskipun Ahok, sapaan akrab Basuki, mengambil jalur partai politik untuk maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. “Kami tetap dukung Pak Ahok. Apa pun jalur yang dia pilih, independen atau partai,” kata Grace pada saat dihubungi Tempo hari ini, 27 Juni 2016.

    Bentuk dukungan PSI terlihat pada Maret 2016 saat mereka bekerja sama dengan Teman Ahok dalam meluncurkan aplikasi Go-Ahok. Aplikasi itu digunakan untuk mengumpulkan surat dukungan dan salinan kartu tanda penduduk masyarakat yang mendukung Ahok, di jalur perseorangan.

    “Aplikasi Go-Ahok masih akan jalan hingga akhir Juni 2016,” ujar Grace. Pasalnya, Teman Ahok mengklaim telah berhasil mencapai pengumpulan satu juta KTP, yang menjadi syarat pencalonan di jalur perseorangan.

    Teman Ahok bahkan berencana menggelar hitung bareng satu juta KTP, sebagai pembuktian bahwa angka tersebut tidak direkayasa.

    Langkah politik Ahok ke pilkada 2017 saat ini tengah dipertanyakan. Meski Teman Ahok berhasil mencapai targetnya, Ahok telah resmi didukung tiga partai besar, yakni Partai NasDem, Hanura, dan Golkar.

    Ahok sempat menyatakan akan bertemu dengan kelompok relawannya, untuk membicarakan langkah ke depan. "Kami mau ketemu dengan Teman Ahok, mau ngomong dulu seperti apa baiknya," kata Ahok, Sabtu lalu.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.