PDIP Resmi Usung Rano Karno, Golkar Dukung Putra Atut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten Rano Karno berfoto dengan foto Benyamin Sueb saat Pembukaan Pameran foto Tempo di Ruang Tunggu terminal 2 Bandara  Soekarno Hatta Tangerang - Banten, 2 Mei 2016. Pameran ini merupakan rangkaian peringatan ulang tahun 45 Tahun Tempo Majalah. TEMPO/Amston Probel

    Gubernur Banten Rano Karno berfoto dengan foto Benyamin Sueb saat Pembukaan Pameran foto Tempo di Ruang Tunggu terminal 2 Bandara Soekarno Hatta Tangerang - Banten, 2 Mei 2016. Pameran ini merupakan rangkaian peringatan ulang tahun 45 Tahun Tempo Majalah. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Serang - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi merekomendasikan Gubernur Banten Rano Karno untuk maju sebagai calon gubernur pada pilkada Banten 2017. “Saya kemarin sudah dipanggil DPP. Saya ditugaskan partai untuk menjadi cagub, dan saya diperintahkan mencari calon wakil dan berkolasi dengan partai lain. Sebab PDIP tak bisa sendiri. Suara kita hanya 15 kursi," ujar Rano, Senin, 27 Juni 2016.

    Pemeran Doel dalam Si Doel Anak Sekolahan itu menyatakan kesiapannya menjalankan amanat partai dan siap bekerja sama dengan seluruh kader PDI Perjuangan untuk memenangi pemilihan Gubernur Banten. Untuk itu, dalam waktu dekat Rano akan membuat tim, dan akan bekerja cepat. 

    Rano mengatakan siapa pun masih berpeluang menjadi pendampingnya, baik dari partai maupun dari kalangan birokrat. "Selama ini banyak yang mengira saya sombong, karena tidak ikut mendaftar ke partai lain. Perlu diketahui bahwa AD/ART di PDIP, kader tidak boleh mendaftar ke partai lain. Kalau daftar bisa dipecat. Tapi setelah keluar rekomendasi ini, segera saya jalin komunikasi dengan partai lain,” ujar Rano.

    Sebelumnya, Rano mengatakan siap melanjutkan tampuk kepemimpinan di Provinsi Banten. “Untuk memajukan Banten, saya rasa tidak ada kata lain selain lanjutkan, daripada harus dari awal lagi, lebih baik melanjutkan," ujar Rano.

    Rano mengklaim sudah mempunyai banyak bekal untuk kembali menduduki kursi Gubernur Banten. “Bekal pertama yang saya punya adalah 15 kursi partai di DPRD Banten, dan bekal kedua pengalaman saya menjadi Gubernur Banten,” kata Rano.

    Rano mengatakan dia sebagai kader dan petugas partai siap ditempatkan di mana saja. "Saya petugas partai, jika diperintahkan untuk melanjutkan, saya bismillah, jika tidak, saya alhamdulillah. Apalagi kalau di Banten tentunya saya lebih siap," ujar Rano.

    Sedangkan DPP Partai Golkar juga resmi mengajukan Andika Hazrumy, putra sulung bekas Gubernur Banten Atut Chosiyah, sebagai calon gubernur. Ketua Partai Golkar Banten Tatu Chasanah, sesuai dengan arahan dari DPP, menyatakan pihaknya akan menyiapkan langkah-langkah untuk menentukan sosok pendamping Andika.

    “Sesuai perintah Pak Ketua Umum dan Sekjen, kami di daerah harus melakukan komunikasi politik kepada seluruh partai. Nanti hasilnya akan kami laporkan ke DPP,” katanya.

    Terkait dengan kemungkinan Golkar akan kembali berkoalisi dengan PDIP seperti pilkada Banten sebelumnya yang mengusung Atut Chosiyah-Rano Karno, Tatu menjawab kemungkinan untuk berkoalisi selalu terbuka dan ada. “Pasti ada kemungkinan hal itu, bisa saja berpasangan kembali dengan PDIP dan partai lain akan mendukung. Nanti akan dilihat komunikasinya seperti apa,” katanya.

    Tatu Chasanah, optimistis partainya mampu merebut kemenangan. “Kader Golkar harus menunjukkan kembali kemenangannya merujuk pada pemilu dan pilkada lalu. Saatnya kita memenangkan Andika Hazrumy,” ujar Tatu Chasanah, yang merupakan adik kandung Atut Chosiyah.

    WASIUL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.