Dubes Indonesia di Kroasia Alex Litaay Meninggal Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk Republik Kroasia, Alexander Litaay (tengah) dalam pameran pariwisata terbesar di Zagreb, Kroasia, 18 Maret 2016. Foto: KBRI Zagreb

    Duta Besar RI untuk Republik Kroasia, Alexander Litaay (tengah) dalam pameran pariwisata terbesar di Zagreb, Kroasia, 18 Maret 2016. Foto: KBRI Zagreb

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Republik Indonesia untuk Kroasia, Alexander Litaay meninggal dunia di Zagreb pada Minggu,  26 Juni 2016 . "Sesuai pembicaraan saya dengan isteri almarhum, Dubes Litaay meninggal pukul 10.30 waktu setempat," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui pesan WhatsApp.

    Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Eriko Sotarduga menjelaskan baru menerima kabar  wafatnya Alex Litaay pada pukul 17.40 WIB. Dia belum mengetahui meninggalnya Litaay, mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan. “Informasi selanjutnya kami sedang melakukan koordinasi dengan Departemen Luar Negeri,” ujarnya.

    Sejumlah ungkapan doa dan belasungkawa beredar di media sosial Twitter. Seperti yang dicuit oleh pengamat pajak, Yustinus Prastowo, melalui akun Twitter @Prastow. “Turut berduka atas meninggalnya Bapak Alex Litaay, Dubes RI utk Kroasia dan bekas Sekjen PDIP,” cuitnya hari ini.

    Juga akun @lulukhamidah milik bakal calon Gubernur DKI Jakarta Luluk Nur Hamidah yang memposting foto Alex dan menyampaikan ucapan duka citanya. “Dubes RI u Croatia pak Alex Litaay meninggal dunia di RS Zagrep .selamat jalan pak.sy mengenal beliau sejak 95.#RIP.”

    Alex Litaay lahir di Ambon pada 1 Oktober 1948. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan selama dua periode, yakni 1993-1998 dan 1998-2000.

    Dia baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Kroasia, berkedudukan di Zagreb, pada Januari 2016.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.