Hari Anti-Narkotik, Kapolri Berpesan untuk Tito Karnavian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian, dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso mendiskusikan pengamanan Ramadhan di Istana Negara. TEMPO/Istman

    Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian, dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso mendiskusikan pengamanan Ramadhan di Istana Negara. TEMPO/Istman

    TEMPO.COJakarta - Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pemberantasan narkoba menjadi bagian dari program-program prioritas Polri, baik terhadap masyarakat maupun di dalam institusi kepolisian sendiri. 

    Menurut dia, program tersebut terus berlanjut dan menjadi perhatian penerusnya, Komisaris Jenderal Tito Karnavian, yang ditunjuk sebagai calon tunggal Kapolri baru oleh Presiden Joko Widodo. "Itu akan dilanjutkan Pak Tito," ujar Badrodin saat ditemui seusai peringatan Hari Anti-Narkotik Internasional (HANI) di kawasan Kota Tua, Jakarta Utara, Ahad, 26 Juni 2016. "Polri saling bekerja sama mengungkap seluruh jaringan narkotik." 

    Badrodin mengatakan Polri siap bekerja sama dengan elemen mana pun dalam memberantas narkoba. "Kalau BNN butuh penguatan, kami bisa lakukan karena struktur kami sampai ke desa-desa," katanya.

    Badrodin tak menampik bila narkoba bisa menjangkit hampir seluruh elemen masyarakat. "Presiden kan sudah sebut hampir semua elemen masyarakat terlibat, mau wartawan, politikus, guru, semua kena. Karena itu, kita harus kerja sama (memberantas narkoba)."

    Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan dalam HANI 2016 menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya pemberantasan narkoba. Selain meminta pengawasan ketat kepada lembaga permasyarakatan yang tak jarang menjadi pusat peredaran narkoba, Jokowi meminta agar kampanye kreatif pemberantasan narkoba digalakkan. (Baca: Jokowi: Pengedar Narkoba, Dor Saja Mereka!)

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.