Jalur Mudik 2016 Bengkulu Masih Berlubang dan Rawan Longsor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Bengkulu, Ridwan Mukti (kiri) dan Rohidin Mersyah (kanan), berpose sebelum menerima petikan Keppres di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Februari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Bengkulu, Ridwan Mukti (kiri) dan Rohidin Mersyah (kanan), berpose sebelum menerima petikan Keppres di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Februari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Bengkulu - Berbagai hambatan akan dihadapi pemudik yang akan melintas di jalan lintas barat (jalinbar) Lampung – Bengkulu – Sumatera Barat, atau jalan lintas tengah Bengkulu – Kabupaten Lubuk Linggau pada arus mudik Lebaran 2016 atau 1437H ini.

    Selain akan menghadapi banyak jalan berlubang, para pengguna jalan terancam longsor. Terutama di jalan lintas Kepahiang – Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan – Seluma, Bengkulu Selatan – Tanjung Sakti dan Bengkulu Utara – Mukomuko.

    Berdasarkan pantauan Tempo, terdapat puluhan lubang di sepanjang jalan lintas tengah Kota Bengkulu - Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Rejang Lebong - Kota Lubuk Linggau, Kota Bengkulu - Kabupaten Kaur.

    Sebagian lubang terlihat sedang ditambal. Namun proses perbaikan jalan terlihat menganggu lalu lintas di jalan lintas antar kota dan provinsi tersebut. Belum lagi terdapat juga lubang-lubang yang baru dikeruk saja dan belum diaspal kembali oleh kontraktornya sehingga meninggalkan lubang mengangga lebar di beberapa titik di sepanjang jalan lintas Kabupaten Bengkulu Tengah - Kabupaten Rejang Lebong. INi menyebabkan rawan kecelakan dan menganggu laju lalu lintas.

    Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengakui jika ada keterlambatan dalam perbaikan jalan terutama jalan provinsi karena adanya rasionalisasi anggaran. Namun menurutnya sebagian besar pekerjaan sudah berjalan.

    “Ada sedikit keterlambatan tapi berangsur-angsur beres dan kita targetkan sebelum H-7 bisa selesai dan tidak mengganggu transportasi arus mudik,” kata Ridwan Mukti, pada sabtu 25 Juni 2016.

    Sementara itu kata dia untuk jalan kabupaten dan kota, pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten dan Kota agar dapat segera di selesaikan, sehingga tidak mengganggu transportasi arus mudik terutama untuk kabupaten yang ada di Jalinbar dan Jaliteng.

    “Sementara untuk pengamanan arus mudik, kita telah berkomunikasi dengan aparat pengamanan untuk siaga selama H-7 hingga H plus 7,” ujar Ridwan.

    Untuk mengantisipasi bencana longsor, pemprov Bengkulu menyiagakan alat berat di tiga titik rawan longsor yakni Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan dan Bengkulu Tengah. “Kami menyiagakan tiga alat berat di titik-titik rawan tersebut, sehingga jika ada longsor dapat segera diatasi,” katanya.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan Akhmad Nizar saat dihubungi menambahkan pihaknya akan menyiagakan satu alat berat dan petugas di jalan lintas barat Kota Manna Bengkulu Selatan – Tanjung Sakti Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan.

    “Wilayah ini rawan longsor, diharapkan pemudik berhati-hati dan untuk mengantisipasi kita menyiagakan petugas dan alat berat selama 24 jam,” kata Nizar saat dihubungi Sabtu 25 Juni 2016.

    Kepala Bidang Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Seluma Mulyadi menambahkan ada 16 titik rawan longsor di Seluma yang harus diwaspadai pemudik. Mulai dari perbatasan Kota Bengkulu-Seluma dan Seluma-Bengkulu Selatan.

    “Selain menyiagakan petugas kita, BPBD juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, agar menyiagakan alat berat selama puncak arus mudik, sehingga jika ada longsor dapat segera diatasi,” kata Mulyadi.

    PHESI ESTER JULIKAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.