Pilkada DKI, Hidayat Nur Wahid: Banyak Calon Selain Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid (kiri) berbincang dengan Duta Besar Azerbaijan Tamerlan Qarayev diruangan pimpinan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 20 Februari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid (kiri) berbincang dengan Duta Besar Azerbaijan Tamerlan Qarayev diruangan pimpinan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 20 Februari 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menilai masih banyak calon Gubernur DKI Jakarta yang lebih baik daripada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dia berharap, dalam pemilihan Gubernur DKI mendatang, muncul pemimpin baru.

    "Kami mau Gubernur DKI yang baru," kata Hidayat Nur Wahid, Jumat, 24 Juni 2016. Menurut dia, internal partainya sudah mempunyai calon yang disiapkan untuk maju dalam pilkada DKI 2017.

    Namun, untuk bisa bersaing dalam pilkada DKI Jakarta, ucap Hidayat, PKS harus menggandeng partai politik lain. Sebab, suara yang dimiliki PKS di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta tidak memungkinkan partai itu mengajukan calon sendiri. (Baca: Pilkada DKI, Sandi Uno: Saya Mencium Aroma Kemenangan)

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan kembali maju dalam pilkada DKI 2017. Ahok saat ini sudah mendapat dukungan satu juta KTP yang dikumpulkan relawan Teman Ahok.  (Baca: Djarot ke Ahok: Jadi Bapak Untung Enggak Sama Saya?)

    Selain itu, Ahok didukung tiga partai, yakni Partai NasDem, Partai Hati Nurani Rakyat, dan Partai Golongan Karya.

    ADITYA BUDIMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.