Keluarga Kru Kapal yang Disandera: Yang Bahagia dan Khawatir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan terkait kepulangan sepuluh ABK yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, 1 Mei 2016. TEMPO /Ahmad Faiz

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan terkait kepulangan sepuluh ABK yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, 1 Mei 2016. TEMPO /Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Samarinda - Tenda berwarna hijau berdiri di depan mes karyawan yang didiami Elona, 34 tahun, istri Robin Piter. Di bawah tenda sudah siap bangku-bangku plastik yang belum tersusun rapi. Tenda ini disiapkan sengaja untuk menyambut kedatangan enam kru kapal yang dibebaskan Abu Sayyaf.

    Namun saat persiapan penyambutan sudah matang, datang kabar bahwa kedatangan suami mereka dipindah ke Kota Balikpapan. Sebelumnya, mereka akan disandarkan di Samarinda.

    Seperti diberitakan sebelumnya, saat terjadi peristiwa penyanderaan, kapal tersebut membawa 13 orang anak buah kapal warga negara Indonesia. Penyandera menahan 7 anak buah kapal (ABK) dan melepaskan 6 ABK lainnya. “Saat ini keenam ABK yang dibebaskan dalam perjalanan membawa kapal TB Charles 001/TK Robby 152 menuju ke Samarinda,” kata Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi.

    Para istri yang suaminya akan pulang merasa gembira karena sebentar lagi akan bertemu suami mereka. Seperti Siti Nukhodijah, istri dari Rudi Kurniawan, juru mesin TB Charles.

    Rudi lolos dari penyanderaan bersama lima awak lainnya, yaitu Agung E. Syahputra (juru masak), Reidgar Frederik Lahiwu (juru mudi), Andi Wahyu (mualim II), Syahril (masinis IV), dan Albertus Temu Slamet (juru mudi).

    Sebaliknya, para istri yang suaminya masih disandera, tentu masih berharap-harap cemas.

    "Kalau saya kan suami disandera. Jadi, ya masih khawatir, Mas. Kalau yang bebas, mungkin sudah lega," kata Dian Megawati Ahmad, 33 tahun, istri salah satu ABK kapal Charles bernama Ismail saat ditemui di kediamannya, Jumat, 24 juni 2016.

    Meski demikian, raut wajah Megawati tampak sedikit berbeda. Pada hari pertama dia mengetahui suaminya disandera, Megawati tak henti-hentinya menangis.

    "Sekarang saya sudah merasa enakan, karena negara sudah mengakui (penyanderaan). Tapi rasa khawatir masih tak hilang," kata dia.

    Ismail dan Megawati memiliki seorang putra, Adib, yang berusia 1 tahun 9 bulan. Ismail bekerja di PT Rusianto Bersaudara sudah sekitar empat tahun.

    Ihwal penyanderaan awak kapal TB Charles pertama kali dikabarkan oleh Megawati. Berita penyanderaan itu sempat dibantah dan simpang-siur, tapi belakangan terungkap ada tujuh awak kapal TB Charles yang masih disandera kelompok bersenjata di Filipina.

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.