Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Jawa Barat Stabil

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Jawa Barat Stabil

    Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Jawa Barat Stabil

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memastikan bahwa harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Meski terjadi sedikit kenaikan, namun hal tersebut masih di batas wajar pada Ramadan dan Lebaran mendatang. "Daging sapi disini diharga Rp 105 ribu, ini normal. Cabai dan kentang sedikit naik, ini juga terjadi di berbagai daerah,” kata Aher usai  inspeksi mendadak ke Pasar Muka, Jalan Dr. Muwardi Kabupaten Cianjur Kamis, 23 Juni 2016.

    Aher mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Cianjur dan asosiasi pedagang di Cianjur yang telah mengantisipasi kenaikan harga dengan  baik, namun dia tetap meminta agar harga tersebut dapat lebih ditekan hingga mencapai angka Rp 80 ribu per kilogramnya. "Kita berharap baik daging sapi impor maupun lokal bisa di angka 80 ribu, sesuai dengan kehendak Pak Presiden," kata Aher.

    Mengenai sapi impor yang beredar di pasaran, lanjut Aher, hal itu tidak merugikan distributor sapi lokal. Karena permintaan sapi lokal tetap tinggi, kehadiran sapi impor hanya  untuk memenuhi kebutuhan permintaan daging sapi yang melonjak mendekati Idul Fitri ini.

    "Tadi saya nanya ke Ibu pedagang, ternyata daging impor itu justru membantu memenuhi permintaan yang tinggi. Jadi daging impor di masyarakat laku, tapi pada saat yang bersamaan stok sapi lokal pun laku, Jadi ini  berjalan berbarengan," ucap Aher.

    Aher juga menjamin warga Jawa Barat tidak akan kekurangan persediaan bahan pokok hingga Lebaran nanti. "Saya sudah instruksikan kepada seluruh dinas terkait untuk terus memantau dan berkoordinasi supaya persediaan kebutuhan pokok aman," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.