Pemerintah Waspadai Pemudik dengan Sepeda Motor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor memasuki kapal ferry yang akan menyebrang ke pulau Bali di Pelabuan Ketapang, Banyuwangi, 19 Juli 2015. Memasuki arus balik H+3 di pelabuhan Ketapang mulai ramai  pemudik namun masih terpantau lancar. ANTARA/Budi Candra Setya

    Pengendara motor memasuki kapal ferry yang akan menyebrang ke pulau Bali di Pelabuan Ketapang, Banyuwangi, 19 Juli 2015. Memasuki arus balik H+3 di pelabuhan Ketapang mulai ramai pemudik namun masih terpantau lancar. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mewaspadai pemudik yang menggunakan sepeda motor selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Kewaspadaan pemerintah berlipat lantaran jumlah sepeda motor yang akan digunakan untuk mudik Lebaran 2016 diprediksi naik setengah kali lipat dari tahun lalu.

    "Naik 50 persen itu banyak sekali," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di kantornya, Jakarta, Jumat, 24 Juni 2016.

    Tahun ini, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah sepeda motor yang akan digunakan untuk mudik dan balik sebanyak 5.638.683 unit. Angka itu naik 50 persen dibanding tahun lalu yang hanya 3.759.122 unit. "Ini harus diwaspadai," ucap Jonan.

    Kekhawatiran itu sangat beralasan. Sebab, pada arus mudik tahun lalu, korban meninggal akibat kecelakaan mencapai 700 jiwa sejak H-7 hingga H+7 Lebaran. Jumlah itu semuanya berasal dari transportasi darat.

    "Saya minta Korps Lalu Lintas Polri membantu. Kalau ada yang enggak tertib, harus ditilang," ujar Jonan. Yang jadi masalah, tutur Jonan, sulit menilang pengemudi yang mengantuk.

    KHAIRUL ANAM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.