DPR Desak Filipina Segera Selesaikan Masalah Abu Sayyaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Hermanto (kiri) berbincang dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi X dalam waktu masa reses DPR, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 7-8, 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    Agus Hermanto (kiri) berbincang dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi X dalam waktu masa reses DPR, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 7-8, 2012. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agus Hermanto alias Aher meminta Filipina dapat menyelesaikan permasalahan dalam negerinya, terutama ancaman Abu Sayyaf. Sebab, masalah dalam negeri Filipina itu telah menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.

    Desakan parlemen Indonesia ini menjadi buntut dari penculikan dan penyanderaan terhadap tujuh warga negara Indonesia oleh kelompok militan Abu Sayyaf. Apalagi insiden itu bukan untuk pertama kali. "Harus dilakukan akumulasi kekuatan penuh di Filipina ini," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 24 Juni 2016.

    Menurut politikus Partai Demokrat ini, Indonesia benar-benar direpotkan oleh status keamanan di Filipina. Terutama oleh penyanderaan yang dilakukan kelompok-kelompok militan.

    Menurut Aher, saat ini Indonesia telah meningkatkan pengawasan di sekitar perairan Indonesia. Namun, ia tidak melihat upaya sama yang dilakukan Filipina.

    Kapal-kapal perang milik TNI, kata Aher, telah bersiaga dan berpatroli di sana. Sehingga, keamanan di perairan Indonesia lebih terjamin. "Tapi, Filipina tidak sekuat keamanan di sini," ujarnya.

    DPR sendiri merasa prihatin sebab masih ada rakyat yang disandera oleh pihak asing. Karena kejadiannya di perairan Filipina, hanya bisa mengimbau agar negara tersebut segera menyelesaikan masalahnya.

    Kabar penculikan ini bermula dari pernyataan Megawati Ahmad, istri seorang anak buah kapal berbendera Indonesia tug boat Charles yang bernama Ismail. Ia sempat dihubungi suaminya dan meminta menyampaikan pesan dari penyandera ke pihak perusahaan.

    Kapal Charles dijadwalkan berlayar ke Filipina pada awal Juni 2016, dengan muatan batu bara dan 13 awak. Kapal itu rencananya kembali ke Samarinda pada hari ini atau besok.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.