Banjir, Surakarta Perpanjang Status Tanggap Darurat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, memperpanjang pemberlakuan status tanggap darurat banjir akibat meluapnya air Sungai Bengawan Solo sejak lima hari lalu. "Diperpanjang lantaran adanya hujan deras yang mengakibatkan beberapa lokasi kembali terendam banjir," kata Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo di Solo, Jumat, 24 Juni 2016.

    Menurut Hadi, sebelumnya status tanggap darurat ditetapkan selama tiga hari pada 20-22 Juni 2016. Kini, penerapannya dilanjutkan hingga tujuh hari atau hingga 26 Juni 2016. "Status tanggap darurat akan dicabut setelah Solo dipastikan aman dari ancaman banjir susulan. Seharusnya memang sudah berakhir. Tapi karena ada hujan deras dan ada wilayah yang kebanjiran lagi, status tersebut diperpanjang menjadi tujuh hari," katanya.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memperkirakan cuaca buruk dan hujan deras masih berpotensi terjadi di Solo dan sekitarnya hingga beberapa hari ke depan. "Ya lagi pula bantuan bagi korban banjir kemarin masih berdatangan. Kalau masa tanggap bencana diakhiri, bagaimana bantuan itu akan disalurkan," kata Hadi.

    Ia juga mengaku sudah menginstruksikan penanganan drainase kepada instansi terkait. Pemetaan drainase berikut persoalannya perlu dilakukan guna mencari solusi dalam mengatasi genangan air saat hujan turun.

    Koordinasi dengan instansi terkait guna membahas penanganan bencana banjir akibat luapan Bengawan Solo, katanya, juga akan diintensifkan, salah satunya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

    Kepala Bidang Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkot Surakarta Arif Nurhadi mengakui banyak drainase yang tidak berfungsi secara optimal. Namun, katanya, pembenahan drainase baru bisa dilakukan tahun depan, lantaran keterbatasan anggaran.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.