Puncak Arus Mudik 1-3 Juli, Ini Skenario Polisi Urai Macet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di jalan tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, pada H-2 Lebaran, Rabu, 15 Juli 2015. Antrean kendaraan pada puncak arus mudik ini mencapai 38 km. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di jalan tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, pada H-2 Lebaran, Rabu, 15 Juli 2015. Antrean kendaraan pada puncak arus mudik ini mencapai 38 km. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia  memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 1-3 Juli 2016. Polisi sudah menyiapkan serangkaian manajemen operasional untuk mengurangi dampak kemacetan selama arus mudik Lebaran berlangsung.

    Kepala Bidang Manajemen Operasional Lalu Lintas Korlantas Polri, Komisaris Besar Darto Juhartono, menyatakan sudah berkoordinasi dengan seluruh Kepolisian Daerah untuk mengawal jalannya mudik.

     "Kami siapkan 159.000 personil dan semua Polda siap beroperasi," kata Dsarto dalam diskusi Persiapan Arus Mudik di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 23 Juni 2016. Ia menerangkan persiapan menghadapi mudik tahun ini relatif tak berbeda dengan tahun lalu.

    Korlantas telah menyiapkan skema untuk mengurai kemacetan yang rutin terjadi selama mudik. Di ruas tol misalnya, agar tidak terjadi kemacetan yang parah petugas akan mengalihkan kendaraan menuju jalur alternatif. "Kami akan keluarkan kendaraan di gerbang tol terdekat," ucap Darto.

    Ia mengatakan kemacetan di tol tak melulu disebabkan oleh meningkatnya volume kendaraan. Belajar dari tahun lalu, tempat istirahat (rest area) ternyata jadi salah satu pemicu kemacetan jalan tol. Banyak pengemudi yang terlalu lama istirahat dan memarkir kendaraan di badan jalan. Untuk mencegah terjadinya kepadatan di rest area, petugas akan membatasi waktu istirahat. "Cukup istirahat satu setengah jam saja," kata Darto.

    Cara lain agar tak terjadi kemacetan ialah dengan penerapan contra flow (melawan arus). Ruas tol Cikarang disebut-sebut akan menjadi titik macet. Lantaran contra flow beresiko, lanjut Darto, petugas tidak akan menerapkannya di semua ruas tol.

    Sedangkan untuk di luar jalan tol, Darto menilai, ada dua penyebab utama terjadinya kemacetan, yaitu penyempitan badan jalan (bottle neck) dan pasar tumpah. Agar arus kendaraan mengalir, Korlantas akan menyiapkan dua orang personil di setiap 1 kilometer di jalan arteri atau utama. "Untuk pasar tumpah kami kerja sama dengan Pemda agar sementara waktu direlokasi dulu," ucapnya.

    Ia menambahkan setiap tahunnya arus kendaraan terbanyak mengarah ke Jawa Tengah, yaitu 43,7 persen. Sisanya tersebar merata ke Jawa Barat (21,3 persen), Yogyakarta (9,1 persen), Jawa Timur (7,8 persen), dan Banten (3 persen). Menurut dia, Brebes akan menjadi titik paling krusial arus lalu lintas kendaraan darat karena menjadi tempat pertemuan berbagai kendaraan.

    Perkiraan Titik Macet Arus Mudik Lebaran 2016
    1. Pelabuhan Merak-Bakauheni dan Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang
    2. Jalur Darat: Gerbang tol Cikampek, tol Cikarang, tol Brebes Timur. Jalur Pantai Utara

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.