Hama Penggerek Serang Ratusan Hektare Padi di Konawe  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hama ulat grayak menyerang padi di kawasan Teluk Naga, Tangerang, Banten, 29 Agustus 2014. Akibat serangan hama tersebut puluhan hektare tanaman padi petani menjadi tidak berisi atau gagal panen. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Hama ulat grayak menyerang padi di kawasan Teluk Naga, Tangerang, Banten, 29 Agustus 2014. Akibat serangan hama tersebut puluhan hektare tanaman padi petani menjadi tidak berisi atau gagal panen. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COKendari - Ratusan hektare sawah petani di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, diserang hama pengerek padi. Serangan hama tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Konawe. Akibatnya, petani menderita kerugian yang cukup besar. 

    Ladawa, salah satu ketua kelompok tani Desa Wukusao, Kecamatan Wonggeduku, Konawe, menjelaskan, hama berbentuk ulat kecil tersebut mulai menyerang sawah petani sekitar dua pekan lalu. Sasarannya pun tanaman padi yang baru dalam tahap pembuahan.

    "Hamanya tidak menyerang tanaman padi yang baru ditanam, tapi yang usianya sudah satu bulan lebih. Artinya, padi itu baru mau berisi,” ujar Ladawa, Kamis, 23 Juni 2016. 

    Ladawa mengimbuhkan, tanaman padi yang terserang penggerek tidak bisa menghasilkan gabah dengan kualitas baik, bahkan ada yang sama sekali tidak bisa menghasilkan gabah. Kalaupun bisa dipanen, beras yang dihasilkan akan berwarna agak hitam sehingga tidak laku di pasaran. "Kalaupun laku, harganya tidak seimbang dengan biaya produksi,” kata Ladawa.

    Selain produksinya menurun, harga jualnya juga jatuh. Kalau biasanya para tengkulak membeli dengan harga Rp 4.200 per kilogram gabah kering, kata dia, tengkulak hanya mau membeli gabah petani yang terserang penggerek dengan harga Rp 3.200 per kilogram.

    Ladawa berujar, petani belum menemukan racun yang cocok untuk membasmi hama yang sudah mulai meresahkan itu. Meski sudah mencoba berbagai macam racun, penggerek belum bisa diberantas. "Bahkan, di beberapa tempat, meski telah dilakukan penyemprotan, gabah yang dihasilkan tetap tidak berisi, bahkan perlahan mati," ucapnya. 

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.