Bandara Husein Sastranegara Akan Terkoneksi Kereta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan perawatan area Check-In terminal baru Bandara Husein Sastranegara di Bandung, 1 April 2016. Terminal baru ini dibangun dengan anggaran Rp.174 miliar. ANTARA/Fahrul Jayadiputra

    Pekerja melakukan perawatan area Check-In terminal baru Bandara Husein Sastranegara di Bandung, 1 April 2016. Terminal baru ini dibangun dengan anggaran Rp.174 miliar. ANTARA/Fahrul Jayadiputra

    TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah Kota Bandung dan PT Kereta Api Indonesia bakal menjalin sebelas poin kerja sama dalam waktu dekat ini. Salah satu poin kerja sama yang akan dijalin adalah membuka jalur kereta api ke Bandara Husein Sastranegara.

    "Ada rencana mengkoneksikan kereta api baru ke Bandara Husein Sastranegara," ucap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Rabu, 22 Juni 2016.

    Ridwan mengatakan kereta api menuju Bandara Husein akan memanfaatkan jalur kereta api tua yang sudah tidak terpakai. Jalur tersebut memang menghubungkan Stasiun Andir dengan bandara tersebut. Rencananya, jalur tersebut bakal dihubungkan hingga Stasiun Bandung, Kebon Kawung.

    "Ada rel kereta yang tidak termanfaatkan. Jadi nanti penumpang Bandara Husein bisa turun, jalan sedikit, kemudian naik kereta ke Kebon Kawung," ujarnya.

    Kerja sama lain yang akan dijalin adalah membentuk tim satuan tugas untuk menangani kerja sama dua instansi tersebut.

    "Penataan kawasan Kebon Kawung akan kita sinkronkan karena akan ada rencana kereta gantung di situ yang ke arah Lembang," tuturnya.

    Kemudian Pemkot Bandung dan PT KAI akan melobi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membuat jalan layang pada salah satu perlintasan sebidang. "Kami koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum yang mau memberi hibah jalan layang. Yang diminta adalah mengambil jalur contoh perlintasan sebidang. Kemungkinan yang di Jalan Laswi, sedang kita kaji," katanya.

    Ridwan mengklaim PT KAI juga telah sepakat memberi izin pemanfaatan aset berupa lahan kosong untuk dikelola Pemkot Bandung.

    "Memanfaatkan aset PT KAI yang jumlahnya banyak untuk kepentingan masyarakat, seperti tanah yang di Tamansari, Buahbatu, bisa dijadikan apartemen rakyat. Kemudian nanti juga ada hutan kota di Laswi yang bisa diakses warga," ucapnya.

    Selain itu, Pemkot Bandung dan PT KAI sepakat menekan pelanggaran lalu lintas di perlintasan kereta api. Menurut Ridwan, di beberapa perlintasan, masih banyak pengguna kendaraan bermotor yang malas memutar arah dan lebih memilih melawan arus memanfaatkan waktu tertutupnya pintu perlintasan.

    "Kita akan bikin inovasi pakai ranjau besi. Jadi si besi kayak paku, sehingga sepeda motor enggak bisa lewat. Ketika kereta lewat, kan, suka ada yang lawan arus. Dia beloknya memaksa di lintasan kereta. Nah, sekarang jalan lintasan aspalnya mau kita kasih ranjau, tapi ini baru gagasan," katanya.

    Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro berujar, pihaknya mengizinkan Pemkot Bandung memanfaatkan aset milik perusahaan pemerintah yang dulunya bernama Djawatan Kereta Api ini.

    "Banyak aset yang bisa dikerjasamakan dengan Pak Wali Kota. Jadi Pemkot Bandung harus berkolaborasi memberikan pelayanan kepada publik, termasuk penataan. Karena Pak Wali Kota adalah arsitek, ini sangat penting dalam penataan kota," tuturnya.

    Untuk kereta bandara, Edi mengatakan hal tersebut bisa terealisasi karena jalurnya memang tidak terlalu panjang. "Jalurnya sudah ada yang tertutup gudang. Tapi, kalau sedikit, bisa cepat selesai. Jaraknya 400 meter dari pintu terminal," ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.