Cuaca Buruk, Petrokimia Gresik Jamin Serapan Pupuk ke Petani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pupuk. TEMPO/Dasril Roszandi

    Pupuk. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COGresik - PT Petrokimia Gresik menjamin pupuk bersubsidi untuk petani tidak terganggu cuaca buruk yang melanda sejumlah daerah dalam beberapa pekan terakhir. Hujan dan El Nino berpotensi mengancam serapan pupuk ke petani.

    Namun cuaca buruk diyakini tidak akan mengganggu serapan pupuk ke petani. "Ada hujan dan El Nino yang melanda beberapa daerah tidak mengganggu serapan atau rencana awal karena sudah kami persiapkan. Tapi memang sempat mundur pada kuartal pertama," kata Direktur Produksi PT Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 Juni 2016.

    Rusnaya optimistis serapan pupuk bersubsidi dapat maksimal sesuai dengan rencana awal hingga akhir tahun. Ia mencontohkan, pupuk jenis Phonska secara nasional sampai Mei 2016 telah terserap 40 persen dari alokasi nasional yang mencapai total 2,2 juta ton. "Artinya ini sudah sesuai dengan target awal." 

    Rusnaya berharap, setelah Juni 2016, cuaca tak lagi ekstrem dan serapan kembali maksimal. Dengan begitu, alokasi yang ditugaskan oleh pemerintah dapat terealisasi.

    Adapun total alokasi pupuk yang ditugaskan pemerintah kepada Petrokimia Gresik sebesar 9,55 juta ton. Angka itu terbagi menjadi lima jenis pupuk, yakni Urea, Phonska, SP-36, ZA, dan Petroganik.

    Soal stok pupuk, Rusnaya mengatakan, saat ini pihaknya sudah mencapai lini empat atau dalam kondisi terkendali dan aman, yakni mencapai 400 persen dari ketentuan.

    Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, stok pupuk wajib mencapai level minimal dua pekan. Namun stok milik Petrokimia melebihi dua bulan, yakni secara volume hampir menyentuh 500 ribu ton di semua wilayah jangkauan Petrokimia Gresik.

    Untuk total stok yang dimiliki Petrokimia Gresik sejak Januari sampai 8 April 2016 secara nasional mencapai 996.645 ton. Stok per tanggal 22 Juni 2016 mencapai 875.561 ton. Khusus Provinsi Jawa Timur, stok saat ini mencapai 247.922 ton. Rinciannya, Urea 41.761 ton, ZA 58.417 ton, SP-36 17.251 ton, Phonska 81.057 ton, dan Petroganik 49.436 ton.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.