Bela Negara di Bali, Gubernur Pastika: Belum Ada Anggarannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta Bela Negara melakukan push up saat mengikuti program membela negara di pusat pelatihan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, 2 Juni 2016. REUTERS/Darren Whiteside

    Sejumlah peserta Bela Negara melakukan push up saat mengikuti program membela negara di pusat pelatihan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, 2 Juni 2016. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Denpasar - Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menghadiri Sarasehan Kamtibmas HUT Bhayangkara ke-70 di Mapolresta Denpasar, Rabu, 22 Juni 2016 menyinggung permasalahan organisasi masyarakat (ormas) di Bali. Mangku Pastika mengatakan kalau ada ormas yang melakukan aksi premanisme, selain penindakan tegas dari aparat keamanan, juga perlu dukungan dari pihak adat.

    "Mohon dukungan dari Desa Pakraman/Adat menolak aksi ormas yang mengandalkan otot," katanya di Mapolresta Denpasar, Rabu, 22 Juni 2016.

    Terkait program bela negara Komando Daerah Militer IX/Udayana yang melibatkan ormas besar di Bali, Pastika mengatakan belum ada kepastian soal anggarannya. "Belum dianggarkan, itu melalui proses APBD, tidak bisa sekarang," ujarnya.

    Saat ditanya Tempo mengenai berapa kira-kira jumlah dana yang dibutuhkan untuk pembiayaan program bela negara, Pastika menolak memberi penjelasan. "Waduh saya enggak tahu belum masuk ke saya," tutur mantan Kapolda Bali itu.

    Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf J. Hotman Hutahaean sebelumnya pada Rabu, 15 Juni 2016 lalu mengatakan akan melibatkan ormas di Bali dalam Bela Negara. Ia menyebutkan ormas yang akan dirangkul, yaitu Pemuda Bali Bersatu (PBB), Laskar Bali, dan Baladika. Ia beralasan anggota ormas membutuhkan pembinaan untuk memiliki kesadaran Bela Negara sesuai UUD 1945 pasal 27 ayat 3.

    Hotman mengatakan bahwa pelatihan Bela Negara bagi PBB, Laskar Bali dan Baladika sudah mendapat dukungan dari Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Namun pihaknya masih menunggu persetujuan dan anggaran yang masih dibicarakan pemerintah provinsi Bali. "Biaya dari pemerintahan provinsi Bali, ya kan masih menunggu perubahan anggaran," ujarnya.

    Adapun Sekjen Laskar Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya yang juga hadir dalam Sarasehan Kamtibmas HUT Bhayangkara ke-70 mengatakan pihaknya mengapresiasi program bela negara yang melibatkan anggota Laskar Bali. "Sangat menyambut baik, karena kami juga masyarakat biasa sebenarnya beda dengan militer yang sudah dilatih," katanya kepada Tempo usai acara.

    Menurut dia, program bela negara dinilai mampu sebagai pembinaan anggota Laskar Bali untuk bisa berkontribusi langsung membela negara. "Bela negara kami siap ikut, karena kami sebenarnya sebagai warga negara bukannya ormas," ujarnya. "Kami pun bisa dibentuk untuk menjadi warga yang betul-betul bisa membela negara nantinya."

    Jika pelatihan ormas untuk bela negara sudah berjalan, ia berharap anggota Laskar Bali bisa mengaplikasikan program bela negara secara tepat. "Harapannya nanti yang dilibatkan betul-betul bisa membela negara, walaupun di ormas dia tetap bisa mengeluarkan apa yang sudah diajarkan untuk menjadi warga negara dan membela negara," tuturnya. Nantinya, sesuai dengan permintaan dari program Bala Negara, dari Laskar Bali ada tiga orang yang akan diikutkan.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.