Senjata Api Banyak Dipegang Warga di Perbatasan Timor Leste  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemukiman warga di perbatasan RI - Timor Leste di Atambua. TEMPO/John Seo

    Pemukiman warga di perbatasan RI - Timor Leste di Atambua. TEMPO/John Seo

    TEMPO.COKupang - Senjata api yang pernah digunakan warga di perbatasan Indonesia-Timor Leste untuk berperang saat jajak pendapat pada 1999 silam hingga saat ini masih banyak yang berada di tangan warga. 

    "Saat hendak diambil oleh aparat TNI, orangnya menghilang atau kabur," kata Kepala Seksi Operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Sektor Barat Batalyon Arteri Medan (Yonarmed) 11 Kostrad Letnan Satu Armed Ismail SS kepada Tempo, Rabu, 22 Juni 2016.

    Menurut Ismail, aparat Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad terus melakukan operasi agar semua senjata api itu bisa diamankan. Dia mengatakan sangat berbahaya bila senjata api berada di tangan warga, meski mereka beralasan senjata itu hanya digunakan untuk berburu sapi liar.

    Ismail mengakui sangat sulit membujuk warga untuk menyerahkan senjata api yang masih disimpannya. Warga beralasan senjata itu merupakan peninggalan nenek moyang sejak zaman penjajahan Portugis.

    Hingga saat ini, yang berhasil disita aparat Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad sebanyak 71 senjata api. Ismail menjelaskan, untuk menyita senjata-senjata itu, harus dilakukan ritual adat. “Warga takut akan terjadi suatu hal dalam keluarga mereka," ujar Ismail.

    Ismail menjelaskan, puluhan senjata itu disita di 19 pos pengamanan yang berada di sektor barat, yang meliputi tiga kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste, yakni Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Kupang. "Paling banyak ditemukan di wilayah Malaka dan Timor Tengah Utara," ucapnya.

    Sebelumnya, Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Letnan Kolonel Arm Teguh Tri Prihanto Usman menjelaskan, senjata api jenis springfield tersebut disita di beberapa rumah adat. Turut pula disita tiga pucuk senjata rakitan aktif beserta amunisi. "Puluhan senjata api itu kebanyakan adalah peninggalan leluhur yang tersimpan di rumah adat," kata Teguh.

    Saat ini puluhan senjata api buatan Amerika tersebut diamankan di Markas Komando Satgas Pamtas RI-Timor Leste. Setelah diregistrasi diserahkan ke Markas Korem 161 Wirasakti Kupang. Selanjutnya senjata itu akan dimusnahkan.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.