Belasan Titik Rel di PT KAI Daop VII Madiun Rawan Bencana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PT KAI. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi PT KAI. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COMadiun - Sebanyak 16 titik rel di wilayah kerja PT Kereta Api (KAI) Daerah Operasional (Daop) VII Madiun berpotensi terganggu akibat bencana alam. Tiga titik di antaranya dinyatakan rawan longsor, yakni antara Wilangan-Bagor, Nganjuk; Caruban-Saradan, Kabupaten Madiun; dan Walikukun-Kedungbanteng, Ngawi.

    Sedangkan titik rawan banjir ada di delapan lokasi, yakni Curahmalang-Sumobito, Jombang-Kertosono, Baron-Sukomoro, Bagor-Wilangan, Madiun-Barat, Geneng-Paron, Tulungagung-Ngujang, dan Ngujang-Kras. 

    Adapun yang masuk kategori rawan ambles berada di empat titik, yaitu Baron-Sukomoro, Bagor-Wilangan, Caruban-Babadan, dan Babadan-Madiun. “Jembatan yang rawan gangguan ada satu titik di Sumobito-Kertosono,” kata Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Supriyanto, Rabu, 22 Juni 2016.

    PT KAI mengintensifkan pemantauan lalu lintas di beberapa titik yang rawan gangguan. Langkah itu dijalankan bersama sejumlah pihak, di antaranya kepolisian, TNI Angkatan Darat, dan komunitas pencinta kereta api. “Petugas PT KAI disiagakan 24 jam di titik-titik rawan itu," ujar Supriyanto.

    Material, seperti pasir dalam karung dan alat berat, juga disiagakan di stasiun. Jika rel kereta tidak normal dan diperkirakan mengganggu perjalanan kereta api, alat dan material itu diterjunkan di titik rawan gangguan.

    Selain berpotensi terganggu akibat bencana alam, rel yang membentang di wilayah Daop VII Madiun juga rawan kecelakaan. “Perlintasan (tanpa palang pintu) ini rawan kecelakaan,” tutur Asisten Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Rochmadi, Rabu, 22 Juni 2016. Terutama di 235 perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu. Titik lokasinya menyebar di beberapa kabupaten dan kota wilayah daop setempat, di antaranya Ngawi, Madiun, Nganjuk, dan Kediri.

    Karena itu, PT KAI menyiagakan personel di sejumlah perlintasan tanpa palang pintu saat arus mudik dan balik Lebaran. Mereka berjaga siang dan malam sejak 24 Juni hingga 17 Juli 2016. Untuk antisipasi kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu, warga juga membantu dengan mendapat upah pungut secara sukarela dari pengguna jalan.

    Upaya lainnya, kata Rochamdi, memasang banner imbauan di 35 titik. Puluhan banner itu bertujuan mengingatkan pengguna jalan raya agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.