Menhan Minta Kapal Perang Indonesia ke Natuna  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menjawab pertanyaan awak media, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, 26 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, menjawab pertanyaan awak media, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, 26 Mei 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta supaya kapal-kapal Indonesia dikerahkan ke perairan Natuna, Kepulauan Riau, untuk menjaga kedaulatan. "Saya sudah bilang awal-awal, itu kapal-kapal jangan ngendon saja di Tanjung Priok dan Tanjung Perak," kata Ryamizard di kantornya, Rabu, 22 Juni 2016.

    Pernyataan itu ia ungkapkan menanggapi insiden di antara kapal perang Indonesia dan kapal penjaga pantai Cina di perairan Natuna, akhir pekan lalu. Ketika itu KRI Imam Bonjol milik TNI AL menangkap kapal ikan Han Tan Cou 19038 yang kedapatan beroperasi di wilayah laut Natuna. Namun, ada dua kapal penjaga pantai (coast guard) Cina bernomor lambung 3303 dan 2501 bergantian mendesak agar kapal nelayan berbendera Cina tersebut dilepaskan oleh kapal TNI AL.

    Peristiwa serupa sebelumnya juga pernah terjadi. Beijing berdalih kapal mereka beroperasi di wilayah perikanan tradisional Cina (nine dash line), yang selama ini memang tumpang-tindih dengan Zona Ekonomi Eksklusif dari pulau-pulau di Natuna.

    Ryamizard mengatakan telah mengunjungi perairan Natuna sepuluh bulan lalu untuk merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengatasi konflik. Ia meminta agar para pelaku illegal fishing di perairan Natuna ditindak tegas. "Jadi kalau maling curi ikan, hukum ditegakkan," katanya.  

    Ryamizard menginginkan agar ada sedikitnya tujuh KRI yang disiapkan di perairan Natuna. Tujuannya adalah untuk berpatroli mengamankan perairan Natuna. Ia berkomitmen menegakkan hukum tanpa meninggalkan aspek persahabatan dengan Cina. "Tapi hukum harus ditegakkan," ujarnya.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.