Sertifikat Palsu Dipakai untuk Daftar SMA Negeri Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang tua murid melakukan verifikasi pendaftaran peserta didik baru pada hari terakhir PPDB di SMPN 22 Bandung, Jawa Barat, 5 Juli 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah orang tua murid melakukan verifikasi pendaftaran peserta didik baru pada hari terakhir PPDB di SMPN 22 Bandung, Jawa Barat, 5 Juli 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Panitia pendaftaran siswa baru SMAN 9 Bandung dan Forum Aksi Guru Independen menemukan sertifikat palsu dari siswa pendaftar. Sertifikat palsu itu menyatakan siswa dan sekolahnya pernah juara turnamen bola basket. Hasil penelusuran membuktikan adanya pemalsuan.

    Sertifikat juara merupakan salah satu syarat pendaftaran siswa dari jalur prestasi atau non-akademik. Masa pendaftarannya ke SMP dan SMA sederajat berlangsung pekan lalu, 15-18 Juni 2016. 

    Panitia sekolah selanjutnya melakukan verifikasi persyaratan. "Ya, ada temuan sertifikat lomba palsu di pendaftaran," kata Kepala SMAN 9 Bandung, Agus Setyamulyadi, Selasa, 21 Juni 2016.

    Seorang siswa lelaki dari sebuah SMP swasta berinisial A, ketahuan menggunakan sertifikat juara palsu. Dalam sertifikat itu, beberapa pihak yang terkait dengan turnamen menyatakan tim SMP A itu pernah juara turnamen basket Scorpio selama tiga tahun berturut-turut.

    Karena curiga, pihak sekolah dan Forum Aksi Guru Independen (FAGI) Kota Bandung menelusuri kebenaran sertifikat ke panitia turnamen, SMP asal siswa, hingga komite olahraga lokal, yang ikut mengabsahkan keterangan.

    "Penyelenggara turnamen ternyata mengaku sering membagikan sertifikat kosong bertanda tangan panitia kepada tim peserta, katanya untuk pendaftaran sekolah," ujar Iwan Hermawan dari FAGI.

    Atas temuan dan pengakuan kasus tersebut, Iwan menduga sebelumnya terjadi praktek yang sama. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk meninjau ulang turnamen olahraga pelajar tersebut. 

    Selain itu, FAGI menyayangkan Kepala SMP A yang membuat surat pengakuan tim sekolahnya juara tanpa pemeriksaan teliti. "Kami meminta kepolisian mengusut kasus penipuan ini," ujarnya.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.