Dipanggil KPK, Saksi Kasus Suap PN Jakarta Utara Tak Hadir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus suap panitera PN Jakarta Utara, Samsul Hidayatullah mengenakan rompi memasuki rumah tahanan di Gedung KPK, Jakarta, 16 Juni 2016. Kakak pedangdut Saipul Jamil tersebut ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK dan diduga menyuap panitera pengganti PN Jakarta Utara untuk mengurangi hukuman adiknya yang menjadi terdakwa kasus pencabulan terhadap anak dan akan ditahan di Rumah Tahanan KPK cabang Guntur.  TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka kasus suap panitera PN Jakarta Utara, Samsul Hidayatullah mengenakan rompi memasuki rumah tahanan di Gedung KPK, Jakarta, 16 Juni 2016. Kakak pedangdut Saipul Jamil tersebut ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK dan diduga menyuap panitera pengganti PN Jakarta Utara untuk mengurangi hukuman adiknya yang menjadi terdakwa kasus pencabulan terhadap anak dan akan ditahan di Rumah Tahanan KPK cabang Guntur. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan atas nama Ryan Seftriadi sebagai saksi dalam kasus suap terhadap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk tersangka Berta Natalia, pengacara Saipul Jamil.

    Juru bicara KPK, Priharsa Nugraha, mengatakan, hingga sore ini, Ryan tidak datang memenuhi panggilan KPK. "Tidak hadir," katanya saat dimintai konfirmasi, Selasa, 21 Juni 2016.  

    Menurut Priharsa, pemanggilan terhadap Staf Direktorat Peradilan Umum Mahkamah Agung itu merupakan pemanggilan pertama yang dilakukan KPK atas kasus dugaan suap yang melibatkan tersangka Berta. Ia mengatakan surat pemanggilan terhadap Ryan, kembali (return). Sebab, nama Ryan tidak dikenal di alamat yang dituju KPK.  

    KPK rencananya akan meminta keterangan dari Ryan terkait  dengan perkara suap yang diduga melibatkan Saipul Jamil. Tujuan pemberian suap diduga agar vonis majelis hakim untuk Saipul dalam kasus pencabulan anak di bawah umur lebih ringan. 

    Dalam kasus itu, vonis hakim terhadap Saipul adalah 3 tahun penjara. Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum, yaitu 7 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.  

    Dalam kasus penyuapan ini, Berta diduga memberikan duit Rp 250 juta kepada Rohadi, panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, untuk meringankan vonis Saipul.

    KPK menduga nilai komitmen awal berjumlah Rp 500 juta. Duit itu dari hasil penjualan rumah Saipul di Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan empat tersangka, yaitu Berta; Kasman (pengacara Saipul); kakak Saipul, Samsul Hidayatullah; dan Rohadi.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.