Cegah Sebaran Antraks, Pemerintah Awasi Lalu-lintas Ternak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran penyakit antraks pada beberapa daerah di Sulawesi membuat pemerintah berjaga-jaga. Selain penanganan di daerah terinfeksi, pemerintah juga akan membatasi lalu-lintas perdagangan ternak.

    Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Muladno menyatakan, jajarannya kini telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah, untuk pengawasan dan penanganan ternak di wilayah masing-masing. "Bila ada laporan sapi atau kerbau mati mendadak, harus sigap," katanya saat dihubungi, Selasa 21 Juni 2016.

    Ia mengimbau agar petugas segera memusnahkan sapi atau kerbau yang diketahui terinfeksi antraks. Sebab, dalam beberapa kasus, bangkai hewan yang mati akibat penyakit ini ada yang lolos sampai dijual dagingnya di pasar. Akibatnya, puluhan orang yang mengkonsumsinya tertular antraks hingga harus dirawat di pusat-pusat kesehatan.

    Muladno menjelaskan, penyakit akibat virus itu kini telah menyebar di hampir seluruh Sulawesi. "Awalnya dari selatan, lalu ke atas (utara) sudah menyebar," kata Muladno.

    Ia menyebut, sepanjang tahun ini, wabah antraks muncul pertama kali di Desa Malingping Kecamatan Patampanua Pinrang Sulawesi Selatan, pada Maret lalu. Saat itu, ada 42 ekor sapi mati mendadak. Hanya saja, petugas yang datang hanya sempat memeriksa sembilan ekor di antaranya. Sementara sisanya disembelih dan dagingnya dijual ke pasar.

    Dari Pinrang, selanjutnya kasus antraks ditemukan di daerah Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada Mei. Belakangan, penyakit itu juga menewaskan puluhan sapi di Gorontalo yang berada di bagian utara Pulau Sulawesi.

    Seperti kasus yang terjadi di Pinrang, bangkai sapi yang mati akibat antraks di Gorontalo juga tak langsung dimusnahkan, melainkan ada yang lolos sampai ke pasar. "Kami mengimbau masyarakat untuk melapor pada petugas bila ada tanda-tanda hewan terserang antraks," kata Muladno.

    Saat ini, Muladno meminta pemerintah daerah terinfeksi membatasi lalu-lintas perdagangan ternak yang keluar masuk di wilayahnya. Ia juga meminta jajarannya mengawasi lalu-lintas ternak antar pulau. "Kami akan maksimalkan fungsi karantina di pelabuhan-pelabuhan agar penyakit ini tidak menyebar," ujarnya.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.