Sudah Tiga Pekan, Pendaki Swiss Belum Ditemukan di Semeru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki menikmati panorama matahari terbit di atas puncak Gunung Penanggungan, Jawa Timur, 31 Mei 2015. Gunung berapi yang sedang dalam masa tidur ini sering dijuluki miniatur Gunung Semeru. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pendaki menikmati panorama matahari terbit di atas puncak Gunung Penanggungan, Jawa Timur, 31 Mei 2015. Gunung berapi yang sedang dalam masa tidur ini sering dijuluki miniatur Gunung Semeru. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Lumajang - Beberapa hari terakhir ini, muncul selebaran yang ditempel di sekitar posko pencarian pendaki asal Swiss, Lionel Du Creaux, tepatnya di Posko Tawonsongo dan Posko Ranupani.

    Sayembara itu menyebutkan akan memberikan hadiah uang kepada siapa pun yang berhasil menemukan pendaki yang hilang di Gunung Semeru sejak awal bulan Juni 2016. Dalam selebaran itu disebutkan ada hadiah sebesar Rp 15 juta.

    Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS) John Kennedy mengatakan pihaknya tidak tahu-menahu siapa yang membuat selebaran tersebut. "Kami enggak tahu siapa yang membuat. Sebagian besar telah kami musnahkan," ucap John, Selasa, 21 Juni 2016.

    Keberadaan selebaran sayembara pencarian itu menuai sorotan sejumlah pihak. "Selebaran itu menyinggung perasaan tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," ujar Komandan Tim Reaksi Cepat BPBD Lumajang Wawan Hadi.

    Tim SAR sudah berupaya keras melakukan pencarian. "Lebih dari 50 orang yang terlibat dalam pencarian itu," tutur Wawan. Namun survivor itu tetap tidak ditemukan.

    Pencarian bahkan didukung dengan drone, kendati tidak bisa maksimal lantaran angin kencang dan kabut tebal di Gunung Semeru. Operasi SAR dimulai sejak Kamis, 9 Juni 2016.

    Lionel Du Creaux dan Alice Guignard, warga negara Perancis, memulai pendakian pada Jumat, 3 Juni 2016. Dua pendaki ini berangkat dari Malang. Mereka masuk Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pukul 07.00 WIB dan langsung menuju lokasi pendakian tanpa pemberitahuan atau melapor ke pos pendakian.

    Pada pukul 10.22 WIB, keduanya sampai di Ranu Kumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati. Tiba di Kalimati sekitar pukul 11.55 WIB. Selanjutnya mereka mendaki ke puncak dan sampai di daerah Watu Gede sekitar pukul 14.01 WIB.

    Pada pukul 17.47 WIB, Alice tidak melanjutkan perjalanan ke puncak karena tidak kuat dan memutuskan kembali ke Kalimati. Namun Lionel tetap melanjutkan ke puncak.

    Karena tidak tahu jalan, Alice tersesat karena tidak melalui jalur sebelumnya. Dia malah menuju punggungan bukit arah ke kiri arah Arcopodo. Di lokasi, Alice bertahan dan menunggu selama dua hari.

    Pada Senin, 6 Juni 2016, Alice ditemukan Heri Sumantri dari tim Haspala Malang yang sedang memandu tamu. Alice ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB setelah teriakan minta tolongnya didengar Heri.

    Alice dibawa turun dan pada Selasa sore, 7 Juni 2016. Selanjutnya Alice melaporkan secara resmi kronologi hilangnya Lionel kepada petugas di Resort Ranupani.

    DAVID PRIYASIDHARTA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.