Paus yang Mati di Probolinggo Bertambah Jadi 15

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bangkai paus pilot yang terdampar dikubur di dekat muara di pesisir Pantai Randupitu, Desa Pesisir, Probolinggo, 17 Juni 2016. TEMPO/David Priyasidharta

    Sejumlah bangkai paus pilot yang terdampar dikubur di dekat muara di pesisir Pantai Randupitu, Desa Pesisir, Probolinggo, 17 Juni 2016. TEMPO/David Priyasidharta

    TEMPO.CO, Probolinggo - Paus yang mati terdampar di pesisir Utara Kabupaten Probolinggo bertambah tiga ekor lagi akhir pekan kemarin. "Total paus pilot yang mati menjadi 15 ekor," kata Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Suko Wardoyo, Senin, 20 Juni 2016.

    Temuan tiga ekor paus pilot lagi yang mati terdampar itu setelah dilakukan penyisiran pada akhir pekan kemarin. "Langsung dikubur di sekitar tempat penimbunan yang sebelumnya," kata Suko kepada TEMPO, Senin sore ini.

    Suko mengatakan Posko Informasi yang juga sempat dibentuk pasca kejadian terdamparnya puluhan ekor paus pilot pada Rabu pekan kemarin, 15 Juni 2016 juga sudah ditutup. "Posko sudah kami tutup. Semoga tidak ada ditemukan lagi paus yang mati terdampar," katanya. 

    Sebelumnya, pada Kamis lalu, 16 Mei 2016, dari 32 paus pilot yang terdampar pada Rabu siang, 15 Mei 2016, sebanyak 10 ekor yang mati. Kemudian pada Jumat pagi, 17 Juni 2016, ditemukan lagi dua ekor yang mati terdampar. Hingga informasi terakhir yang diterima Senin, 20 Juni 2016, ada tiga ekor paus pilot yang kembali ditemukan mati terdampar. Seluruh paus pilot yang mati itu sudah dikubur di pesisir Probolinggo. 

    Berdasarkan informasi yang diperoleh TEMPO, dari sejumlah paus pilot yang mati itu sudah dilakukan nekropsi. Beberapa ahli dari Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga datang ke lokasi untuk melakukan nekropsi.  Ada juga peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). 

    Seperti diberitakan sebelumnya, Ahli Mamalia Laut yang juga seorang peneliti konservasi kelautan, Putu Liza mengatakan ada banyak penyebab umum mengapa puluhan Paus Pilot terdampar di pantai. "Jadi kenapa mereka (paus) terdampar itu ada banyak sebab in general," kata Putu saat menjawab pertanyaan TEMPO melalui pesan WhatsApp, Kamis siang, 16 Juni 2016.

    Paus yang terdampar di pantai, kata dia, bisa selain karena faktor umur tua (natural), juga bisa karena disorientasi. "Karena alat sonar buatan manusia, atau sakit dan disorientasi. Bisa karena internal bleeding juga bisa karena sonar," kata Liza yang saat dihubungi sedang berada di Australia ini. 

    Ketika cerita sonar, maka bisa panjang lagi penjelasannya. "Karena berhubungan dengan decompression sickness," ujarnya. 

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.