Korban Tewas Akibat Tanah Longsor di Purworejo Capai 30 Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bersama tim rescue melintasi titik longsor terparah di Dusun Caok, Karangrejo, Loano, Purworejo, Jawa Tengah, 19 Juni 2016. Tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Sejak Sabtu (18/06) dini hari. TEMPO/Pius Erlangga

    Warga bersama tim rescue melintasi titik longsor terparah di Dusun Caok, Karangrejo, Loano, Purworejo, Jawa Tengah, 19 Juni 2016. Tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Sejak Sabtu (18/06) dini hari. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.COPurworejo - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purworejo Budi Harjono menjelaskan, total korban tewas akibat tanah longsor yang sudah ditemukan mencapai 30 orang dan 13 orang belum ditemukan.

    Adapun rinciannya, di Desa Donorati, 9 orang tewas dan 6 orang belum ditemukan; di Desa Karangrejo, 10 orang tewas dan 7 belum ditemukan; di Desa Jelok, 4 orang tewas; di Desa Pacekalan, 2 orang tewas; serta di Desa Sidomulyo, 5 orang tewas. “Sebanyak 16 orang mengalami luka-luka dari lima desa tersebut,” katanya kepada Tempo, Senin, 20 Juni 2016.

    Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan tim SAR gabungan menemukan 4 korban meninggal, yakni tiga korban ditemukan di Desa Donorati, Kecamatan Purworejo, dan satu korban di Desa Caok/Karangrejo, Kecamatan Loano.

    Sutopo mengatakan ada kemungkinan masih ada 6 korban di Desa Donorati dan 8 korban di Desa Caok. Secara total, korban banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah mencapai 47 tewas dan 15 orang hilang.  

    Proses pencarian korban dibantu tiga alat berat, setelah terbukanya akses jalan yang sebelumnya sempat tertutup. “Masyarakat tetap siap siaga, mengingat potensi banjir dan tanah longsor tetap tinggi,” tuturnya.

    Kepala BNPB Willem Rampangilei, yang datang ke lokasi bencana, mengatakan proses pencarian korban akan dilakukan hingga tujuh hari ke depan atau Jumat mendatang. Namun, jika diperlukan, masa pencarian dapat diperpanjang. Sebanyak 250 personel terlibat dalam Tim SAR gabungan.

    Suparlan, 61 tahun, warga Padukuhan Cauk, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Loano, Purworejo, menjelaskan, tanah longsor diakibatkan hujan deras yang turun sejak siang. "Pukul 5 sore itu mulai tambah deras. Longsornya sebelum pukul 7 malam," ujarnya.

    Akibat tanah longsor itu, setidaknya enam rumah terpendam. Sebelum tanah longsor terjadi, Suparlan sempat mendengar suara yang keras. Ia sempat mengungsi di tetangganya, di Pedukuhan Cauk, yang lebih aman. "Setelah tanah longsor, hampir tiga hari ini mati lampu," kata Suparlan, yang kemarin mulai kembali ke rumahnya.

    IQBAL | BETRIQ KINDY ARRAZY

    BACA JUGA
    EKSKLUSIF: Perjalanan Duit Rp 30 Miliar ke Teman-teman Ahok
    Kalau Teman Ahok Dapat Rp 30 Miliar, Kami...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.