Mengadu ke Kompolnas Bisa Lewat Pesan WhatsApp  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sembilan anggota komisioner Kompolnas saat dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Mei 2016. Anggota komisioner Kompolnas terdiri dari Menko Polhukam Luhut Binsar P, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkum HAM Yasonna Laoly, dan sejumlah tokoh lainnya. TEMPO/Subekti.

    Sembilan anggota komisioner Kompolnas saat dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, 13 Mei 2016. Anggota komisioner Kompolnas terdiri dari Menko Polhukam Luhut Binsar P, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkum HAM Yasonna Laoly, dan sejumlah tokoh lainnya. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Enam anggota Komisi Kepolisian Nasional berkunjung ke kantor Tempo di Jakarta Barat, Senin, 20 Juni 2016. Mereka adalah Inspektur Jenderal (purnawirawan) Bekto Suprapto, Inspektur Jenderal (purnawirawan) Yotje Mende, Andrea H. Poeloengan, Poengky Indarti, Dede Farhan Aulawi, dan Benedictus Bambang Nurhadi.

    Enam anggota Kompolnas tersebut disambut hangat jajaran redaksi Tempo. “Ini kunjungan (kami) yang pertama, terima kasih atas sambutannya,” kata Bekto.

    Dalam kunjungan yang dikemas obrolan santai itu, Kompolnas banyak bercerita perihal pengaduan masyarakat. Menurut Bekto, banyak masyarakat yang masih meragukan rekomendasi Kompolnas yang bakal dijalankan kepolisian.

    Namun, kata Bekto, anggapan itu tidak benar. Soalnya, dia selalu menghubungi kepolisian untuk menanyakan tindak lanjut kasus tertentu. “Bisa lewat telepon, kasus ini sampai di mana,” ujarnya.

    Bekto menuturkan Kompolnas baru bekerja 1 bulan sejak dilantik pada Mei 2016. Menurut dia, Kompolnas berkomitmen  menindaklanjuti pengaduan masyarakat dengan cepat dan tepat. 

    Kompolnas, ucap dia, juga punya wewenang menekan kepolisian untuk menjalankan rekomendasi yang diberikan terhadap persoalan tertentu. Namun cara yang dilakukan tidak dengan emosi.

    Bekto mencontohkan, ada seorang perempuan yang mengadu karena anggota keluarganya meninggal akibat tertimpa reruntuhan. Perempuan itu berkeras agar polisi menemukan tersangkanya. Perempuan tersebut memaksa Kompolnas memarahi polisi. “Kami tidak bisa memarahi, orientasinya harus ada solousinya,” ucapnya.

    Poengky Indarti menambahkan, pihaknya siap menerima pengaduan  masyarakat secara terbuka. Media pengaduan pun saat ini lebih mudah dijangkau. “Pengaduan bisa lewat WhatsApp, kami tindaklanjuti,” tuturnya.

    Kunjungan Kompolnas berlangsung sekitar 1 jam. Enam anggota Kompolnas pun sempat diberi kesempatan untuk melihat ruang redaksi Tempo dari lantai LIMA. Di akhir kunjungan, mereka saling berjabat tangan dan bertukar cendera mata.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.