Politikus NasDem Ini Ungkap Permainan Korupsi di DPRD DKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Subandi, anggota Fraksi Partai NasDem. Foto: Dok. DPRD Jakarta

    Subandi, anggota Fraksi Partai NasDem. Foto: Dok. DPRD Jakarta

    III. SITUASI DI DPRD

    1.     Sebelum ribut ribut soal APBD Sdr Bestari sering menemui Ahok dan meminta proyek

    2.      Dalam suatu kesempatan bertemu Ahok hanya bilang ya sudah main di pengadaan tanah saja, cari haji2 tuan tanah yang punya tanah banyak tetapi surat2nya tidak lengkap nanti pemda bantu buatkan sertifikatnya dan kemudian dibeli oleh Pemda.

    3.     Ternyata mencari tanah yang seperti itu tidaklah mudah, maka Sdr Bestari bekerja sama dengan Sdr Hasbiallah Ilyas ( Ketua fraksi PKB ) untuk mencari tanah seperti yang disarankan Ahok, ternyata belum dapat juga.

    4.     Ketika sudah mulai pembahasan soal APBD 2015 Sdr Bestari mulai focus ke soal POKIR ( Pokok pokok pikiran )

    5.     Bestari sangat aktif saat membahas soal POKIR bersama pimpinan lain, bahkan cenderung serakah ( Menurut info fraksi lain )

    6.     Saat pembahasan APBD yang didalamnya ada POKIR, Sdr Bestari bekerja sendiri tanpa melibatkan anggota Fraksi NasDem yang lain, bahkan diskusipun tidak pernah diadakan di internal Fraksi NasDem

    7.     Sebelum tahun baru 2015 Sdr Bestari sudah mendapatkan Uang muka POKIR nya dari salah satu Bandar senilai 750 Jt ( menurut info fraksi lain )

    8.     Ketika Ahok mencium ada POKIR Dewan pada APBD yang disahkan dalam paripurna, akhirnya ahok membuat sendiri APBD versinya, APBD itulah yang diserahkan ke Kemendagri.

    9.     Karena Ahok tidak memberikan kesempatan adanya POKIR maka Sdr.Bestari dan kawan2 Fraksi lain mengusulkan diadakan Hak Angket soal APBD dan pelanggaran lain yang pernah dilakukan Ahok, bahkan Sdr.Bestari termasuk salah satu yang paling bersemangat ingin menjatuhkan Ahok karena menolak POKIR

    10.  Pasca Keluarnya Fraksi Nasdem dalam mendukung hak angket ( Sesuai arahan DPP ), sdr Bestari memanfaatkanya dengan merapat ke Ahok agar mendapatkan perhatian dan mendapatkan jalan mengerjakan proyek untuk mendapatkan uang.

    11.  Awalnya Ahok menerima dengan baik manover Sdr Bestari mendekati Ahok ( istilah di DPRD Sdr Bestari main kebelakang tempatnya Ahok )

    12.  Belakangan Sdr Bestari bukan cuma sekedar main kebelakang ataupun minta proyek ke Ahok ( Info dari pihak eksekutif dan anggota dewan yang lain) tetapi juga minta uang cash dan selalu diberi antara 1.000 Dollar s/d 1.500 Dollar tetapi juga sering dikasih dalam rupiah sebesar 5 s/d 10 juta, dan minta uang ke Ahok dilakukan hampir setiap minggu dihari jum’at ( Info ketua Fraksi partai lain )

    13.  Sdr Bestaripun terus mengikuti Ahok kemanapun dia pergi, baik dalam kunjungan kerja Gubernur maupun acara acara ceremony.

    14.  Suatu hari ada rapat gabungan pimpinan Dewan, Sdr.Bestari disinggung soal main kebelakang minta uang ke Gubernur entah apa jawabannya sehingga terjadi keributan dan pada akhirnya Sdr Bestari dilempar gelas aqua  oleh salah satu peserta rapat dan akhirnya Sdr Bestari lari keluar

    15.  Sejak saat itu Sdr Bestari dikucilkan oleh pimpinan dan ketua2 fraksi lain kecuali hanya dengan si Hasbiallah ( PKB )

    16.  Karena sering dimntai uang dan diikuti terus oleh Bestari lama kelamaan Ahok merasa tidak nyaman dan bercerita ke pimpinan Dewan dan juga ketua fraksi lain (Info dari ketua fraksi dan anggota yang lain )

    17.  Dan sejak saat itu hingga sekarang anggota partai lain tidak respek kepada Sdr Bestari bahkan tidak jarang menyindir soal restorasi Partai NasDem yang tidak pantas di pegang Sdr Bestari yang serakahnya mencari dan meminta minta uang dan proyek melebihi fraksi lain.

    18. 
    Kelihatannya Sdr Bestari tidak perduli dengan kritikan orang lain ( tetapi dalam pandangan orang bahwa Sdr Bestari dianggap tidak punya urat malu )  yang akhirnya sering ada candaan dari kawan2 dewan lain kok orang seperti Sdr Bestari dipercaya oleh partai padahal akibat ulahnya nama baik Partai dikorbankan..


    Demikian cerita dan kronologis yang terjadi, sekali lagi tidak ada maksud lain dari saya kecuali ingin memberikan informasi yang seimbang demi menjaga Marwah dan nama baik Ketua Umum yang terhormat Bapak Surya Paloh yang telah menjadikan Partai NasDem seperti sekarang dan di nilai positif oleh masyarakat
    .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.