Banjir dan Longsor, Jawa Tengah Belum Tetapkan Status Darurat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COSolo - Sejumlah daerah di Jawa Tengah dilanda banjir serta tanah longsor. Meski membawa korban jiwa, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum menetapkan darurat status bencana.

    "Kami masih melakukan evaluasi hingga besok," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ditemui di Surakarta, Minggu, 19 Juni 2016. Jika banjir masih belum surut, pihaknya akan segera menetapkan status bencana untuk Jawa Tengah.

    Menurut Ganjar, banjir yang terjadi di Jawa Tengah terjadi lantaran hujan deras turun hingga berjam-jam. "Prakiraan cuaca telah menyebutkan hujan diperkirakan akan turun hingga besok," ujarnya.

    Beberapa daerah yang terkena banjir adalah Banyumas, Kebumen, Purworejo, Surakarta, Sukoharjo, dan Karanganyar. "Bahkan banjir di Purworejo melanda hingga di kota," tuturnya. 

    Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di Banjarnegara, yang menyebabkan sejumlah korban tewas terkubur. Tanah longsor juga terjadi di Kebumen dan Purworejo. "Belum ada laporan mengenai korban di Purworejo," ucapnya.

    Menurut Ganjar, pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah memprioritaskan kegiatan evakuasi serta penanganan para pengungsi. Selain itu, Ganjar meminta bupati dan wali kota untuk melakukan identifikasi permasalahan. Seperti di Karanganyar, banjir terjadi lantaran permukiman warga berada di cekungan.

    Ganjar juga memastikan stok logistik yang dimiliki mampu untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. "Masih sangat cukup, bahkan masih bisa sisa," katanya. 

    Dia meminta bupati dan wali kota tidak segan meminta bantuan ke pemerintah provinsi untuk urusan logistik. "Kami terus berkoordinasi," ujar Ganjar.

    AHMAD RAFIQ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.