Buka Komunikasi Politik, Tito Temui Megawati dan Budi Gunawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian berjabat tangan dengan Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Moechgiyarto dalam acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di Balai pertemuan, Polda Metro Jaya, Jakarta, 21 Maret 2016. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian berjabat tangan dengan Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Moechgiyarto dalam acara pisah sambut Kapolda Metro Jaya di Balai pertemuan, Polda Metro Jaya, Jakarta, 21 Maret 2016. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon tunggal Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Tito Karnavian, mengatakan telah memulai komunikasi politik dengan sejumlah tokoh. Salah satunya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Sukarnoputri. "Sebagai orang tua, tentunya beliau harus saya temui," ujar Tito saat berkunjung ke kantor Tempo, Jumat, 17 Juni 2016.

    Tito mengaku tak begitu dekat dengan Mega. Ia justru dekat dengan Taufiq Kiemas, mendiang suami Megawati. Taufiq, ucap Tito, adalah teman baik ayahnya ketika bersekolah di Sekolah Menengah Atas 2 Palembang.

    Dalam pertemuan tersebut, Megawati meminta Tito mengikuti keputusan Presiden Joko Widodo. "Ya, ini keputusan Presiden, tentu harus diikuti," tutur Tito menirukan perkataan Megawati.

    Tito mengaku juga telah meminta izin sekaligus sowan kepada para seniornya. Di antaranya Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso, serta Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno. "Sudah semua. Saya sebagai yunior meminta izin. Mereka semua senior saya," katanya.

    Tito menceritakan respons Budi Gunawan yang mendukungnya. Ia menemui Budi Gunawan pada Kamis, 16 Juni 2016, setelah menghadap Badrodin. "Pak Budi Gunawan menilai keputusan ada di tangan Presiden," ucapnya.

    Badrodin berujar, semua jenderal bintang tiga telah legawa menerima keputusan Presiden Joko Widodo memilih Tito sebagai penggantinya. Dalam rapat Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) beberapa waktu lalu, Badrodin menuturkan telah meminta para jenderal senior menerima apa pun keputusan Presiden.

    "Saya sampaikan, siapa pun yang dipilih Presiden, kita harus tetap komitmen, mendukung, dan solid. Mereka sudah legawa," kata Badrodin.

    Rabu lalu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin mengumumkan, nama Tito diusulkan Presiden Jokowi sebagai calon Kapolri tunggal. Rencananya, Komisi Hukum DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan pada 22 Juni mendatang.

    DEWI SUCI RAHAYU | ARKHELAUS W.

    Baca juga:
    Begini Cara Mudah Mendeteksi Calon Juara Euro 2016
    Euro, Copa, Dominasi Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kakak Adik Marc dan Alex Marquez di Tim Honda, Tandem atau Rival?

    Honda resmi menunjuk Alex Marquez menjadi tandem Marc Marquez. Adik dan Kakak itu akan bertandem dalam satu tim. Atau akan bersaing?