3 Peraih Nobel Bakal Kunjungi 3 Kampus di Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peraih Nobel ilmu ekonomi Eric Maskin. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Peraih Nobel ilmu ekonomi Eric Maskin. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Tiga peraih Nobel Perdamaian dunia bakal bakal mengunjungi tiga kampus di Surabaya tahun depan. Para peraih Nobel tersebut adalah Prof Robert F Engle III dan Prof Eric S Maskin dari bidang ekonomi, serta Prof Jerome Friedman dari bidang fisika.

    Menjelang kunjungan itu, delegasi International Peace Foundation (IPC) mendatangi Universitas Surabaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Kristen Petra guna meninjau kesiapan ketiganya.

    “Delegasi dari IPC datang untuk membahas rencana penyelenggaraan kunjungan Prof Eric S. Maskin pada Januari 2017 mendatang,” ujar Kepala Kantor Hubungan Internasional Ubaya, Adi Tedja Kusuma ,melalui surat elektronik, Jumat, 17 Juni 2016.

    Delegasi diwakili oleh Chairman of the International Peace Foundation (IPF) Uwe Morawetz dan Director of Event Coordinator Daniel Bednarik saat mendatangi Universitas Surabaya (Ubaya), Kamis, 16 Juni 2016 lalu.

    Maskin dijadwalkan menjadi pembicara pada acara “Bridges Event” dan mengusung tema mengenai “Why Global Market Have Failed to Reduce Inequality?”. Maskin bakal berbagi soal masalah kesenjangan yang terjadi di negara-negara. Menurut dia, tiap negara memiliki komoditas utama yang bisa dijual ke negara lain, sehingga proses jual beli ini seharusnya dapat meminimalisasi kesenjangan.

    “Namun yang terjadi tidak demikian,” kata Adi mengutip Maskin. Hasil penelitian peraih Nobel itu justru menunjukkan masih ada kesenjangan sosial yang terjadi di tiap negara. Itu disebabkan sistem pengaturan pekerja dari negara-negara tersebut.

    Sedangkan peraih Nobel Perdamaian lain, Prof Jerome Isaac Friedman dari Massachusetts Institute for Technology, Cambridge, Amerika Serikat akan mengunjungi Universitas Kristen Petra. Peraih Nobel di bidang fisika tahun 1990 itu dijadwalkan datang pada Maret 2017.

    Friedman akan membagikan ilmunya kepada masyarakat Surabaya mengenai bagaimana peran sains dan teknologi berguna untuk perdamaian dunia.

    Menurut Friedman, perdamaian hanya bisa benar-benar ada ketika orang memiliki kebebasan, martabat dan keadilan, serta tidak tunduk pada kemiskinan, kelaparan, penyakit dan lingkungan yang tidak ramah.

    Untuk mewujudkannya, negara di seluruh dunia harus berinvestasi dalam penelitian dan pendidikan. “Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan kontribusi positif terhadap kondisi kehidupan orang di seluruh dunia,” ungkap Friedman dalam keterangan tertulis.

    Universitas Airlangga mendapat kesempatan dihadiri oleh peraih Nobel bidang ekonomi, Prof Robert F Engle III. Peraih Nobel asal New York University’s Stern School of Business itu dikenal sebagai perancang metode analisis rangkaian waktu ekonomi volatilitas yang bervariasi dengan waktu.

    “Bridges Event” ialah program IPF yang dilaksanakan dalam bentuk dialog interaktif antara tokoh-tokoh penerima Nobel dengan kalangan universitas di dunia tentang isu perdamaian, kemanusiaan, demokrasi, peningkatan kualitas pendidikan dan ilmu pengetahuan serta isu aktual lainnya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.