Agar Pengungsi Tamil Pergi, Wapres JK: Layani dengan Baik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

    Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Pemerintah Provinsi Aceh mengedepankan sisi kemanusiaan dalam menangani pengungsi etnis Tamil asal Sri Lanka yang terdampar di Aceh. JK meminta pemerintah provinsi melayani kebutuhan mereka sehingga bisa melanjutkan perjalanan keluar dari Aceh.

    "Saya sudah perintahkan untuk melayani dengan baik. Diberikan layanan, makanan, minuman, perbaikan kapal," kata JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 17 Juni 2016.

    Sabtu malam pekan lalu, sebanyak 44 pengungsi etnis Tamil terdampar di Pantai Lhoknga, Aceh Besar, karena kapal yang mereka tumpangi kehabisan bahan bakar. Aparat setempat sempat memberikan bahan bakar dan menggiring mereka keluar dari perairan Indonesia pada Ahad lalu.

    Lalu para pengungsi tersebut melanjutkan perjalanan menuju Christmas Island, pulau milik Australia yang terletak di Samudra Hindia atau sebelah barat daya Pulau Jawa. Tapi mereka kembali lagi ke perairan Aceh karena kehabisan bahan bakar dan mengalami kerusakan mesin pada kapal yang ditumpanginya.

    Menyikapi masalah ini, JK mengatakan unsur kemanusiaan harus dikedepankan dalam menangani para pengungsi tersebut. Apalagi tujuan mereka bukan menetap di Indonesia. "Maka saya perintahkan berikan bantuan logistik, perbaikan, dan kesehatan. Semua dilayani di Aceh," kata JK.

    JK mempersilakan pengungsi meninggalkan Indonesia setelah semua kebutuhan mereka dipenuhi. "Yang penting, mereka tinggalnya tidak di Indonesia. Jadi, beda dengan pengungsi yang akan ke Eropa, memang tujuannya Eropa. Ini tujuannya bukan Indonesia," katanya.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.