Rencana Yusril Atasi Kemacetan Jika Jadi Gubernur DKI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta yang juga kuasa hukum warga Luar Batang, Yusril Ihza Mahendra menghadiri rapat akbar masyarakat Jakarta di parkiran Masjid Keramat Luar Batang, Jakarta, 20 April 2016. Rapat akbar tersebut digelar terkait dengan rencana penggusuran yang akan dilakukan Pemprov DKI awal Mei 2016 mendatang. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta yang juga kuasa hukum warga Luar Batang, Yusril Ihza Mahendra menghadiri rapat akbar masyarakat Jakarta di parkiran Masjid Keramat Luar Batang, Jakarta, 20 April 2016. Rapat akbar tersebut digelar terkait dengan rencana penggusuran yang akan dilakukan Pemprov DKI awal Mei 2016 mendatang. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Yusril Ihza Mahendra punya rencana mengatur jam kerja jika ia menjadi Gubernur DKI Jakarta. Rencana itu ia paparkan di depan pengurus wilayah Partai Amanat Nasional DKI Jakarta pada Jumat 17 Juni 2016. "Kemacetan di Jakarta ini semakin parah," kata Yusril di gedung DPW PAN DKI, Jakarta Selatan.

    Menurutnya, banyak cara yang akan dilakukannya untuk meminimalisir dan mengatasi kemacetan yang ada, salah satunya dengan pengaturan jam kerja. Sebab, menurut Yusril kemacetan di Jakarta ini seringkali terjadi di jam-jam masuk dan pulang kerja. "Perlu ada pengaturan jam kerja, misalnya untuk anak sekolah masuk jam 08.00 WIB, untuk Pegawai Negeri Sipil masuk jam 09.00 WIB, dan untuk pegawai swasta masuk jam 10.00 WIB, begitu juga dengan jam pulangnya perlu disesuaikan," katanya.

    Yusril menuturkan hal penting lainnya untuk mengatasi kemacetan yang ada, ia akan memperbaiki fasilitas dan sarana prasarana, salah satunya memperbanyak transportasi umum. "Transportasi umum yang ada masih dinilai tidak cukup untuk mengimbangi jumlah masyarakat di Jakarta," tuturnya.

    Tidak hanya itu Yusril mengatakan jika kelak dia terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta ia akan memberlakukan pembatasan jalan khusus untuk kendaraan pribadi dengan cara menerapkan jalan berbayar untuk melewati jalur tertentu yang diperkuat dengan peraturan daerah. "Nantinya dana yang diperoleh dari jalan tersebu untuk membeli bus bus atau fasilitaa pendukung lainnya," ujarnya.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.