Dosen Universitas Lambung Mangkurat Diduga Palsukan Ijazah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ijazah palsu. TEMPO/ Fahmi Ali

    Ilustrasi ijazah palsu. TEMPO/ Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, diterpa isu pemalsuan ijazah yang dilakukan dosen Fakultas Hukum berinisial RK. Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Sutarto Hadi, menuturkan RK diduga memalsukan ijazah Strata 2 dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

    “Universitas Kebangsaan Malaysia tidak pernah mengeluarkan ijazah untuk RK,” kata Sutarto Hadi kepada Tempo, Jumat 17 Juni 2016.

    Sutarto telah mengutus dua dosen senior Fakultas Hukum, Ihsan Anwari dan Hadin Mujad, mencari keterangan atas kabar miring di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Mengutip laporan yang diperoleh Ihsan Anwari, Sutarto mengaku RK belum merampungkan revisi tesis ketika belajar pada Fakultas Undang-Undang.

    RK terdaftar sebagai mahasiswa di UKM pada tahun ajaran 2007/2008 dan melanjutkan ke tahun berikutnya. Tatkala menginjak tahun ajaran 2008/2009, kata Sutarto, RK sempat mengkuti ujian tesis. “Ada tujuh mata kuliah yang telah diselesaikan RK, dan lulus semua,” kata dia.

    Sutarto  telah dihubungi oleh RK. Mengutip ucapan RK, Sutarto menuturkan yang bersangkutan sejatinya telah merampungkan ujian tesis, tapi belum menyerahkan hasil revisi tesis. Menjelang tenggat akhir penyerahan hasil revisi tesis, kata Sutarto, RK tak kunjung menemui dosennya. Alhasil, UKM terpaksa mendepak RK.

    Selepas ujian tesis, kata Sutarto, RK menyerahkan pada dua rekannya di UKM untuk membereskan revisi tesis. “Setelah ujian tesis, RK pulang ke Kalimantan Selatan karena orang tuanya sakit. Jadi revisi tesis diserahkan ke temannya,” kata Sutarto.

    Namun, dia menegaskan ijazah S2 yang dipegang RK telah dilegalisir oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Lantaran UKM merasa tak pernah menerbitkan ijazah S2 atas nama RK, Sutarto beranggapan Dirjen Dikti silap ketika melegalisir ijazah S2 milik RK.

    Disinggung dari mana ijazah RK dikeluarkan, Sutarto belum bisa menjawab gamblang karena yang  bersangkutan sulit dihubungi setelah isu ijazah palsu itu ramai di Banjarmasin. Sutarto belum tahu hukuman apa yang pantas diterima oleh RK atas kasus pemalsuan ijazah.

    “Sanksinya sesuai UU Aparatur Sipil Negara. Bisa diturunkan menjadi staf biasa, kalau hukuman pidana saya belum tahu,” kata Sutarto berdiplomatis.

    Adapun RK belum bisa dihubungi oleh Tempo. Nomor telepon miliknya tidak aktif.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.