Hujan Ekstrem Sebabkan Ribuan Rumah di Padang Terkena Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berada di dalam rumahnya yang terendam banjir rob di Berok, Padang, Sumatera Barat, 6 Juni 2016. Rumah dan pemukiman yang berada di pesisir pantai kota itu sepekan terakhir terendam banjir rob hingga setinggi 30 sentimeter akibat tingginya pasang air laut. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Warga berada di dalam rumahnya yang terendam banjir rob di Berok, Padang, Sumatera Barat, 6 Juni 2016. Rumah dan pemukiman yang berada di pesisir pantai kota itu sepekan terakhir terendam banjir rob hingga setinggi 30 sentimeter akibat tingginya pasang air laut. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Padang - Cuaca ekstrem di Kota Padang, Sumatera Barat, menyebabkan ribuan rumah terendam banjir. Hujan lebat terjadi sejak Kamis sore hingga Jumat 17 Juni 2016, dan menyebabkan longsor di beberapa titik.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat, Zulfiatno, mengatakan banjir merendam ribuan rumah di 10 kecamatan di Kota Padang. Ini seperti  Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Padang Barat, Padang Selatan, Padang Timur dan Padang Utara.

    "Hanya satu kecamatan di Kota Padang yang tak terdampak banjir," ujarnya Jumat 17 Juni 2016.

    Adapun daerah yang terparah terjadi di Koto Tangah, Nanggalo, Padang Selatan dan Lubuk Begalung. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 120 sentimeter.

    Dia memperkirakan sekitar 5.000 rumah di Padang terendam banjir. Namun, BPBD belum mendapatkan data kongkret jumlah rumah yang terendam.

    "Kami belum mendapatkan data konkret rumah yang terendam banjir. Karena pihak kecamatan masih melakukan pendataan," kata dia.

    Kondisi ini membuat ribuan warga sempat mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Ini dialami warga Rawang, yang memilih mengungsi ke masjid di sana yang terletak di dataran lebih tinggi.

    Berdasarkan pantuan Tempo Jumat dini hari di kawasan Rawang, Mata Air, Padang Selatan, warga berkumpul di masjid yang terletak di Jalan Sutan Syahrir Rawang Padang. Mereka terlihat istirahat di dalam masjid.

    Hujan mulai reda sekitar Jumat dini hari 17 Juni 2016, pukul 02.00 WIB dan banjir mulai surut. Setelah sahur, beberapa warga terlihat memilih untuk kembali ke rumahnya untuk bersih-bersih.  

    Zulfiatno mengatakan hujan lebat juga menyebabkan tanah longsor. Tepatnya di Jalan Raya Padang-Painan kilometer 27. Material longsor dengan tinggi lima meter dan panang 6 meter itu baru bisa dibersihkan Jumat subuh.

    Namun, Jumat pagi hujan dan angin kencang kembali melanda Kota Padang. Longsor kembali terjadi di jalan Padang-Painan kilometer 18. "Siang ini masih dalam pengerjaan. Sore sudah bisa dilalui," kata dia.

    Kepala Seksi Observasi BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau, Budi Samiaji, mengatakan, "Curah hujan mulai pukul 16.00 WIB kemaren hingga pukul 13.00 WIB hari ini mencapai 424 milimeter. Cuaca sangat ekstrem."  

    Tingginya curah hujan menyebabkan tujuh penerbangan menuju Bandara Internasional Minangkabau dialihkan ke Bandara Kuala Namu, Medan dan Bandara Sutan Syarif Kasim II, Pekanbaru, pada Kamis malam 16 Juni 2016. Ini karena jarak pandang di Bandara Minangkabau hanya 700 meter.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.