Pulang Jalan Kaki 1,5 Kilometer Demi Sembako dari Presiden Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo membagikan sembako di pasar Klitikan Notoharjo, Surakarta, 18 Juli 2015. Pasar tersebut memang cukup berkesan bagi Jokowi lantaran dia mampu merelokasi hampir seribu pedagang kaki lima (PKL) di pasar itu. TEMPO/Bram Selo Agung

    Presiden Joko Widodo membagikan sembako di pasar Klitikan Notoharjo, Surakarta, 18 Juli 2015. Pasar tersebut memang cukup berkesan bagi Jokowi lantaran dia mampu merelokasi hampir seribu pedagang kaki lima (PKL) di pasar itu. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Brebes - Fatkhuroh tergopoh-gopoh membawa bungkusan besar berwarna hitam. Keringatnya terus bercucuran. "Wah, berat sekali, istirahat dulu," kata wanita berusia 35 tahun ini sampil menyeka peluh di wajahnya. Bungkusan yang dia bawa berisi bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak, dan gula, pemberian Presiden Joko Widodo.

    Kamis siang, 16 Juni 2016, dia bersama ratusan warga lainnya diminta datang menghadiri peresmian tol Pejagan-Brebes Timur, Jawa Tengah, sekaligus menerima sumbangan dari Presiden Jokowi. Seusai meresmikan tol sepanjang 20 kilometer itu, Presiden Jokowi membagi-bagikan kebutuhan pokok kepada warga.

    Dari rumah, dia berangkat naik truk patroli Satuan Polisi Pamong Praja Brebes. Lokasi peresmian dari tempat tinggalnya sekitar 1,5 kilometer. Setelah semua prosesi selesai, Fatkhuroh kebingungan lantaran tak ada tumpangan untuk pulang. Truk yang membawa mereka tadi ke lokasi juga sudah tak tampak. Terpaksa dia dan teman-temannya harus jalan kaki menyusuri jalan tol. "Enggak ada tumpangan, mau bagaimana lagi," katanya.

    Dengan menenteng barang bawaan tersebut, Fatkhuroh dan ratusan warga lain berjalan menyusuri jalan tol, dari lokasi peresmian (loket pembayaran tol) menuju keluar pertigaan Pantura. Beberapa dari mereka bahkan ada yang membawa dua bungkus yang masing-masing beratnya lebih dari 5 kilogram. “Enggak apa-apa lah dapat dari Pak Jokowi,” kata Darto, warga Brebes lainnya.

    Keluhan pun mulai muncul. “Kenapa tidak ada mobil untuk balik lagi, padahal kan ada banyak orang-orang yang sudah sepuh. Apalagi ini bulan puasa,” kata Warso, 50 tahun, warga lain. Dia mengatakan, banyak pejabat yang justru naik mobil tapi hanya melewati warga dan menancap gas dalam-dalam. “Padahal mobil banyak yang kosong.”

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.