Jaksa Agung Bersyukur Tito Karnavian Jadi Calon Kapolri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung HM Prasetyo dalam paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 21 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Jaksa Agung HM Prasetyo dalam paparannya saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 21 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang menunjuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri. Menurut ia, Tito adalah calon yang bagus.

    "Saya lihat koordinasinya bagus dan penilaian jajaran Polri ke dia sendiri bagus. Ia dinilai cakap," kata Prasetyo saat dicegat awak media di kompleks Kejaksaan Agung, Jumat, 17 Juni 2016.

    Sebagaimana telah diberitakan, Komisaris Jenderal Tito Karnavian telah dipilih Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri atas berbagai pertimbangan. Adapun pertimbangan Presiden Joko Widodo, menurut pihak Istana, adalah karena Tito sudah terbukti profesional dalam bekerja dan dinilai bagus baik oleh Polri, Publik, maupun Kompolnas.

    Prasetyo menambahkan, bahwa terpilihnya Tito sebagai calon Kapolri juga memberikan angin segar. Sebab, Tito masih muda. Sebagaimana diketahui, dibandingkan kandidat calon Kapolri lainnya, seperti Komisaris Jenderal Budi Gunawan dan Komjen Budi Waseo, Tito lima tahun lebih muda dilihat dari angkatan di Akademi Kepolisian.

    "Patut kita syukuri ada anak muda jadi pimpinan lembaga kepolisian. Harapan saya, Pak Tito bisa bawa perubahan (sebagai pemimpin yang muda)," ujar Prasetyo.

    Ditanyai apakah Tito akan menjadi figur yang mudah diajak berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung sebagai sesama lembaga penegak hukum, Prasetyo mengatakan, "Tentu beliau diharapkan mampu meningkatkan sinergitas itu."

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.