Saksi Kasus Suap Gatot Pujo, KPK Periksa Saksi di Medan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK menggeledah ruangan Ketua dan Wakil pimpinan DPRD Sumut di Medan, Sumatera Utara, 11 November 2015. ANTARA/Septianda Perdana

    Penyidik KPK menggeledah ruangan Ketua dan Wakil pimpinan DPRD Sumut di Medan, Sumatera Utara, 11 November 2015. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yuyuk Andriati, mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mulai memeriksa para saksi dalam kasus suap Gatot Pujo Nugroho, bekas Gubernur Sumatera Utara. "Mulai hari Senin nanti ada beberapa saksi untuk mereka yang diperiksa," katanya saat dihubungi Tempo, Jumat, 17 Juni 2017.  

    Yuyuk mengatakan beberapa saksi tersebut akan diperiksa atas penetapan tujuh tersangka dalam perkara suap Gatot. "Mereka akan diperiksa di Medan," katanya.

    KPK menetapkan tujuh tersangka baru dalam kasus suap bekas Gubernur Sumatera Utara tersebut. Ketujuh tersangka itu adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara, yakni Muhamad Affan, Budiman Pardamean Nadapdap, Guntur Manurung, Zulkifli Efendi Siregar, Bustami H.S., Zulkifli Husin, dan Parluhutan Siregar.

    Yuyuk mengatakan ada lebih dari satu orang saksi yang mulai diperiksa Senin depan. Namun pihaknya masih merahasiakan identitas para saksi tersebut. "Belum bisa saya informasikan," kata dia. Yuyuk memastikan para saksi akan diperiksa di Medan, Sumatera Utara.

    Juru bicara KPK, Priharsa Nugraha, dalam keterangan resminya kemarin mengatakan ketujuh tersangka itu adalah anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019. Mereka diduga menerima hadiah atau janji dari Gatot selaku Gubernur Sumatera Utara.

    Priharsa mengatakan ketujuh tersangka itu diduga menerima suap terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2012, persetujuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara Tahun Anggaran 2013, pengesahan APBD Sumatera Utara Tahun Anggaran 2014, dan, pengesahan APBD 2015.

    Selain itu, mereka juga diduga menerima suap terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2014, dan penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Sumatera Utara pada 2015.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.