Terdampar, Kawanan Lumba-lumba Digiring ke Laut Banda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikan Lumba-lumba melintas di tengah laut di kawasan Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Malang, Jawa Timur, 30 Oktober 2015. Lumba-lumba tersebut selalu muncul tiap pagi, siang atau sore seakan menghibur wisatawan yang tengah menikmati keindahan panorama alam di pantai Kondang Merak. TEMPO/Amston Probel

    Ikan Lumba-lumba melintas di tengah laut di kawasan Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Malang, Jawa Timur, 30 Oktober 2015. Lumba-lumba tersebut selalu muncul tiap pagi, siang atau sore seakan menghibur wisatawan yang tengah menikmati keindahan panorama alam di pantai Kondang Merak. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Kendari - Enam ekor lumba-lumba yang terdampar di perairan Teluk Kendari, tepatnya di sekitar Desa Sama Jaya Bajo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu, 15 Juni 2016, akhirnya berhasil bebas menuju lautan lepas.

    Kepala Desa Sama Jaya, Risal, mengatakan kawanan dioh (lumba-lumba dalam bahasa Bajo) berhasil kembali ke tengah teluk pada Kamis subuh, 16 Juni 2016. Mereka bisa berenang setelah air laut pasang.

    Nelayan setempat membantu menggiring kawanan lumba-lumba berenang ke perairan yang lebih aman. Kawanan lumba-lumba itu digiring hingga ke Laut Banda yang berhadapan langsung dengan Teluk Kendari.

    "Tidak ada kesulitan saat nelayan menggiring. Lumba-lumba memang mamalia yang pintar. Mereka seperti punya sistem navigasi, tahu arah mana yang aman untuk berenang," ucap Risal saat dihubungi.

    Sebelumnya, menurut Risal, ada sejumlah warga yang berniat membunuh mamalia laut itu untuk dikonsumsi. Namun tindakan tersebut urung dilakukan setelah dia mengingatkan ancaman yang akan warga terima jika membunuh hewan yang masuk kategori dilindungi pemerintah itu.

    Dalam tradisi masyarakat Bajo, Risal mengatakan, daging lumba-lumba memang bisa dikonsumsi untuk dijadikan kolor abengga, sejenis ikan kering. Namun, Risal menuturkan, niat warga itu bisa dia cegah sehingga kawanan lumba-lumba itu bisa kembali ke laut.

    ROSNIAWANTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.