Kisah Risma, Usir Hantu dengan SK Wali Kota Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi saksi dalam pengelolaan biaya pendidikan yang diambil alih Pemprov Jawa Timur yang di perkarakan di  Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. TEMPO/Amston Probel

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi saksi dalam pengelolaan biaya pendidikan yang diambil alih Pemprov Jawa Timur yang di perkarakan di Mahkamah Konstitusi - Jakarta, 8 Juni 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Surabaya -Wali Kota Surabaya pernah mengusir hantu di ruang kerjanya di Balai Kota Surabaya saat awal memimpin Kota Surabaya, sekitar 2010. Kala itu, Risma sempat diganggu makhluk halus di ruang kerjanya saban menjelang magrib. “Seperti ada yang mengetuk pintu dan jendela ruangan saya,” kata Risma dengan wajah serius, Kamis, 16 Juni 2016.

    Namun, setelah dilihat, tidak ada orang. Stafnya juga mengatakan tidak ada orang yang mengetuk pintu ruangan Wali Kota. Risma semakin takut dan membuatnya pulang menjelang terbenamnya matahari. Tapi, ia sadar ketakutannya sangat mengganggu kinerjanya.

    Gedung Balai Kota Surabaya memang bangunan kuno dengan arsitektur khas Belanda. Pintu yang banyak dengan kayu tebal, serta ukiran jendela menambah kekhasan bangunan yang didirikan sejak 1 April 1906.

    BACA JUGA:
    Sunny Tanuwidjaja Disebut Perantara Rp 30 M ke Teman Ahok 
    Diduga Dapat Dana dari Pengembang, Ini Jawaban Teman Ahok

    Tiba di rumah, Risma ditegur anak keduanya, Tantri Gunarni Saptoadji yang indigo. Anaknya menguatkan Risma supaya tidak takut pada hal-hal semacam itu dan harus selalu dihadapi. Risma memantapkan hati untuk tidak takut dan melawan gangguan hantu itu.

    Tapi rupanya hantu tak takut dengan tekad Risma. Pada suatu senja, menjelang magrib, gangguan itu datang lagi. Berkali-kali suara ketukan itu terdengar keras, Risma berusaha menghadapinya. "Kalian jangan ganggu saya, saya disini punya SK Wali Kota Surabaya," kata Risma menirukan kata-kata yang diucapkan untuk mengusir hantu itu dulu.

    Setelah dibentak seperti itu, tak lama kemudian suara ketukan itu mulai melemah, lalu hilang hingga saat ini. Sejak kejadian itu, Risma mengaku tidak pernah diganggu lagi oleh hantu di ruangannya. “Hantunya mungkin tahu diri. Dikira saya ini siapa kok duduk di ruangan ini,” ujarnya.

    Mendengar cerita itu, salah satu wartawan yang waktu itu mewawancarai Risma mengaku merinding dan takut. Namun, dengan segera Risma menenangkannya dan memastikan bahwa hantu itu tidak akan menggangu lagi. “Gak ya, jangan ganggu lagi ya,” kata Risma sambil melihat langit-langit ruang kerjanya itu.

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Baca juga:
    Begini Cara Mudah Mendeteksi Calon Juara Euro 2016
    Euro, Copa, Dominasi Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.