Diduga Terlibat Suap Saipul Jamil, Meja Panitera Di-KPK-Line  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedangdut Saipul Jamil mengikuti sidang kasus dugaan pencabulan anak atas dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 23 Mei 2016. Sidang kasus dugaan pencabulan anak ini beragenda mendengarkan keterangan saksi sebanyak 13 orang. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Pedangdut Saipul Jamil mengikuti sidang kasus dugaan pencabulan anak atas dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 23 Mei 2016. Sidang kasus dugaan pencabulan anak ini beragenda mendengarkan keterangan saksi sebanyak 13 orang. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasoloan Sianturi mengatakan, untuk kepentingan penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi, tempat kerja panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara berinisial R telah diberikan garis KPK atau KPK Line.

    "Untuk sementara ini, meja kerja yang bersangkutan diberi KPK Line sejak kemarin," katanya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis, 16 Juni 2016.

    Hasoloan menuturkan, sebelumnya KPK meminta seluruh ruangan panitera disegel. Namun, karena ruang kerja panitera R menyatu dengan panitera pengganti lainnya, penyegelan hanya dilakukan di meja kerjanya R. "Kalau semua diberi KPK Line, tentu akan menghambat pelayanan masyarakat," ucapnya.

    Hasoloan menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sementara dari KPK soal kasus dugaan suap yang melibatkan kuasa hukum Saipul Jamil panitera pengganti R tersebut.

    "Kami masih menunggu kepastiannya, apakah R ini terbukti atau tidak, kami berharap agar R tidak terbukti dan dibebaskan," katanya.

    Rabu, 15 Juni 2016, salah satu panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara berinisial R ditangkap tangan lantaran diduga menerima suap terkait kasus pencabulan yang dilakukan penyanyi dangdut Saipul Jamil. Tidak hanya itu, dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK menangkap salah satu kuasa hukum Saipul Jamil.

    Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah memvonis kasus pencabulan yang dilakukan Saipul Jamil terhadap remaja berinisial DS, 17 tahun, dengan hukuman 3 tahun penjara. Vonis tersebut lebih ringan dibanding dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang mendakwa Saipul Jamil dengan hukuman 7 tahun penjara.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.