Bareskrim: Pemeriksaan Saut KPK Tak Akan Timbulkan Gejolak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang usai diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri terkait fitnah dan pencemaran nama baik ke HMI. TEMPO/Istman

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang usai diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri terkait fitnah dan pencemaran nama baik ke HMI. TEMPO/Istman

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareksrim) Polri Komisaris Besar Umar Fana menjamin pemeriksaan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang tidak akan menimbulkan gejolak seperti pemeriksaan pimpinan-pimpinan KPK sebelumnya. Lagi pula, kata dia, Saut sudah kooperatif. 

    "Tidak ada keributan. Buktinya kan beliau datang," ujar Umar saat dicegat awak media di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 16 Juni 2016. 

    Sebagaimana telah diberitakan, hari ini Saut diperiksa Bareksrim Polri karena tuduhan telah memfitnah dan mencemarkan nama baik Himpunan Mahasiswa Islam. Hal ini bermula dari ucapan Saut di salah satu acara televisi swasta Mei lalu, di mana ia menyatakan anggota HMI yang pintar bisa saja menjadi korup saat memegang jabatan penting. 

    Adapun pemeriksaan Saut bukanlah kasus pimpinan KPK pertama yang ditangani Bareksrim Polri. Sebelumnya, ada nama Abraham Samad dan Bambang Widjojanto selaku ketua dan wakil ketua KPK yang terjerat perkara pemalsuan surat negara dan keterangan saksi. 

    Umar paham betul apabila pemeriksaan Saut ditakutkan bisa menimbulkan gejolak antara KPK dan Polri lagi. Namun, ia memastikan hal itu tak akan terjadi. Apalagi, lanjut ia, pemeriksaan Saut telah diperkuat dengan syarat-syarat formal. 

    "Beliau datang ke sini itu menjawab pertanyaan apakah akan ada masalah. Selama syarat formal dipenuhi, saya rasa tidak akan ada masalah," ujarnya menegaskan. 

    Ditanyai apakah Saut akan menjadi tersangka juga seperti pimpinan-pimpinan KPK sebelumnya, Umar mengatakan hal itu belum bisa dipastikan. Meski perkara sudah naik ke penyidikan pun, kata ia, hal itu belum diikuti penetapan tersangka. 

    "Kalau saya bilang ada pidana dan ternyata alat bukti tidak mencukupi, itu salah," ujar Saut mengakhiri. 

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.