Selasa, 24 September 2019

Diduga Dapat Dana dari Pengembang, Ini Jawaban Teman Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dan Aditya Yogi Prabowo bersama para relawan dalam acara potong tumpeng Teman Ahok di jalur perseorangan, di Graha Pejaten, Jakarta, 11 April 2016. TEMPO/Friski Riana

    Pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas dan Aditya Yogi Prabowo bersama para relawan dalam acara potong tumpeng Teman Ahok di jalur perseorangan, di Graha Pejaten, Jakarta, 11 April 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.COJakarta - Salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastomo, membantah kabar bahwa organisasi relawan pendukung Basuki Tjahaja Purnama itu mendapat kucuran dana Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi. 

    Menurut Singgih, dana operasional Teman Ahok selama ini didapat murni dari penjualan kaus dan merchandise. "Kami sudah jual puluhan ribu kaus dengan total pemasukan sekitar Rp 3 miliar," katanya saat dihubungi, Rabu, 15 Juni 2016.

    Dalam rapat Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat hari ini, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengatakan sedang menyelidiki aliran dana tersebut. "Soal tersebut, kami akan mengeluarkan surat penyelidikan. Kelihatannya ada sesuatu yang cukup besar dan perlu waktu cukup lama untuk menyelidikinya. Kami masih teliti dan akan kami laporkan," ucap Agus, Rabu, 15 Juni 2016.

    Pernyataan Agus ini menanggapi pertanyaan anggota Komisi Hukum, Junimart Girsang. Junimart mendapatkan informasi bahwa ada dana Rp 30 miliar yang dikucurkan pengembang reklamasi ke Teman Ahok lewat Sunny Tanuwidjaja—staf pribadi Ahok—dan Cyrus Network.

    "Saya tidak tahu apakah KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap Sunny atau Cyrus. Mohon KPK menjawab ini kalau berkenan. Kalau tidak berkenan juga tidak apa-apa kalau ini ternyata materi penyidikan," ujar Junimart dalam rapat tersebut.

    Teman Ahok, menurut Singgih, tak keberatan bila KPK menyelidiki mereka. "Silakan KPK selidiki sejelas-jelasnya. Kami yakin KPK profesional," ujarnya.

    Menurut Singgih, modal awal Teman Ahok sebesar Rp 500 juta memang diperoleh dari Hasan Nasbi—CEO Cyrus Network. Namun uang yang dipinjam pada Juni 2015 lalu itu telah dikembalikan secara bertahap. "Uang pinjaman itu juga bukan dari Bang Hasan saja. Ada beberapa orang yang saweran. Tapi kami enggak tahu karena yang menyerahkan Bang Hasan," katanya.

    Singgih menjamin keuangan Teman Ahok bisa dipertanggungjawabkan. Mereka juga bersedia diaudit. Laporan keuangan Teman Ahok, kata dia, transparan dan bisa diakses di website mereka.

    INDRI MAULIDAR

    Baca juga:
    Begini Cara Mudah Mendeteksi Calon Juara Euro 2016 
    Euro, Copa, Dominasi Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.